Sumenep (beritajatim.com) – Jalan penghubung Desa Duko – Rubaru, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep rusak parah. Kerusakan jalan utama yang menghubungkan dua desa tersebut terjadi cukup lama, namun belum pernah mendapatkan sentuhan perbaikan dari pemerintah.
Akibatnya, kekesalan warga pun memuncak. Sebagai bentuk sindiran pada pemerintah, warga meletakkan kotak amal di tengah jalan. Kotak amal terbuat dari kardus itu bertuliskan ‘amal untuk jalan’.
[berita-terkait number=”5″ tag=”jalan-rusak”]
“Kotak amal ini memang sengaja ditaruh di jalan penghubung ini. Siapa tahu, ada warga yang bersedia menyumbang untuk biaya perbaikan jalan,” kata salah satu tokoh pemuda setempat, Sakdiyah, Rabu (8/6/2022).
Ia menuturkan, akibat kondisi jalan yang rusak parah itu, sering terjadi kecelakaan seperti pengendara sepeda motor yang terjatuh. “Masak harus menunggu banyak korban baru pemerintah bersedia memperbaiki jalan ini?” ujarnya kesal.
Ia mengungkapkan, beberapa warga setempat pernah urunan untuk memperbaiki jalan tersebut. Dana swadaya masyarakat yang terkumpul itu digunakan untuk memperbaiki jalan seadanya.
“Maksudnya supaya tidak terlalu membahayakan bagi pengendara yang melintas. Tapi karena dananya tidak terlalu besar, ya perbaikannya hanya seadanya. Karena itu, kami sangat berharap ada anggaran dari pemerintah untuk perbaikan jalan penghubung Desa Duko dan Rubaru itu,” ucapnya. [tem/suf]






