Surabaya (beritajatim.com) – Dua kali Persebaya Surabaya berkirim surat PT Liga Indonesia Baru (LIB). Surat itu berisi permintaan untuk peninjauan kembali venue Grup C Piala Presiden di Bandung. Pihak Persebaya juga secara terbuka siap menjadi tuan rumah grup yang disebut-sebut sebagai grup neraka ini.
“Jadi kami kemarin kirim surat, yang pertama itu intinya kamj meminta ada peninjauan kembali terjadap tuan rumah Grup Bandung. Grup C ini kami kebetulan ada di dalamnya,” ujar Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri.
Sayangnya hasil jawaban dari PT LIB tak membuat lega Manajemen Persebaya, menilai pemilihan venue di Bandung sangat rawan. Menurut dia akan terjadi penumpukkan massa pada 17 Juni mendatang. Dijadwalkan tuan rumah Persib Bandung akan melawan Persebaya pada tanggal tersebut.
“17 Juni itu akan terjadi penumpukan massa menurut yang sudah kami pelajari. Karena itu bertepatan tanggal 18-nya ulang tahun Persebaya dan 17-nya menurut jadwal kami akan melawan Persib. Ini akan ramai sekali di sana, masalah kamtibmas ini yang kami jadikan alasan meminta venue untuk dipertimbangkan kembali di Bandung,” imbuhnya.
Sebagai gantinya, Yahya meminta supaya Grup C digelar di Surabaya saja. Dia ingin para supporter, Bonek, bisa merayakan ulang tahun Bajol Ijo–julukan Persebaya- secara dekat. Sehingga tidak perlu jauh-jauh bertandang ke Bandung.
“Kami minta kalau memang ya mengingat risiko yang begitu besar, kami minta dimainkan saja di Surabaya, kan itu bertetapan juga dengan ulang tahunnya Persebaya,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebaya”]
Sayangnya, permintaan Persebaya tidak dipenuhi PT LIB. “Mereka sudah berkoordinasi dengan pihak Bandung, stakeholder yang ada di Jawa Barat maupun Bandung. Intinya, mereka tidak dapat memenuhi permintaan Persebaya,” katanya.
“Jadi, event ini tetap di Bandung. Itu jawaban dari PT LIB. Kami semalam juga menjawab, memberikan surat lagi bahwa pada intinya kami akan meminta suporter untuk menahan diri tidak berangkat ke Bandung. Kemudian kami akan koordinasi dengan Pemkot dan Polretabes untuk mengadakan rangakaian acara HUT Persebaya di Surabaya,” imbuh dia.
“Apapun bentuknya penonton atau suporter yang mengatas namakan Persebaya di Bandung, itu bukan lagi tanggung jawab manajemen Persebaya,” pungkasnya. [way/but]






