Gresik (beritajatim.com) – Setelah dua tahun ditiadakan akibat pandemi Covid-19, tradisi sedekah bumi di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik kembali digelar. Kegiatan ini untuk mensyukuri hasil bumi serta melestarikan budaya gotong-royong masyarakat.
Kepala Desa Kembangan, Ngadimin menuturkan, kegiatan sedekah bumi ini baru bisa digelar tahun ini. Hal ini sejalan dengan melandainya kasus Covid-19.
“Melalui tradisi ini. Kami berharap kekompakan warga desanya tetap terjaga dalam kondisi apapun. Tidak hanya disaat momentum sedekah bumi saja, namun dalam hal apapun,” ujarnya, Sabtu (4/6/2022).
Sebelum tradisi sedekah bumi digelar, sejumlah warga berduyun-duyun membawa hasil pertanian, makanan ringan, dan minuman. Bawaan warga akan dibagikan ke semua orang yang hadir usai melaksanakan doa bersama.
Tradisi sedekah bumi ini merupakan tradisi yang berakar dari kerukunan hidup bertetangga. Ini terlihat jelas dari kekompakan, dan antusias warga yang penuh kebersamaan bergotong-royong demi suksesnya pelaksanaan sedekah bumi tersebut.
Adi Santoso (55) salah satu warga Desa Kembangan mengatakan, dirinya berharap tradisi seperti ini dilestarikan ditengah era modern. Tujuannya, agar anak muda tidak melupakan sedekah bumi yang sudah ada sejak lama.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Gresik”]
“Dua tahun tradisi sedekah bumi ditiadakan karena kasus covid-19 yang melonjak tinggi. Kami senang tradisi ini kembali digelar lagi,” katanya.
Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau akrab dipanggil Gus Yani menyatakan dirinya tetap mengingatkan kepada warga yang hadir tetap menerapkan protokol kesehatan meski tradisi sedekah bumi diizinkan lagi digelar.
“Meski sudah ada kelonggaran untuk membuka masker diruang terbuka, namun saya himbau agar tetap menjaga prokes dengan mencuci tangan pakai sabun. Bagi warga yang belum vaksinasi, segera melakukan vaksinasi termasuk vaksin booster. Ini demi kesehatan bapak-ibu semua,” ungkapnya.
Mantan Ketua DPRD itu menambahkan, agar warga terus menjaga dan melestarikan tradisi yang memiliki nilai-nilai berbasis budaya dan luhur ini seperti sedekah bumi.
“Sedekah bumi di Desa Kembangan ini merupakan warisan turun temurun sebagai wujud dari rasa syukur kepada Allah SWT. Warisan leluhur ini juga sebagai momentum pemersatu kerukunan warga. Jadi harus terus dilestarikan,” pungkasnya. (dny/beq)






