Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan pengecekan lokasi pembangunan Jembatan Ngadi, pada Jumat (3/6/2022) siang. Jembatan ini menjadi penghubung antara Kabupaten Kediri dan Tulungagung.
Menurut Mas Dhito, panggilan akrab Bupati Kediri, keberadaan Jembatan Ngadi sangat penting sebagai akses lalu lintas warga. Itu, sebabnya Pemkab Kediri menargetkan proses pembangunan jembatan yang dianggarkan sekitar Rp10,5 miliar itu bisa rampung dalam empat bulan.
“Pendanaan pembangunan Jembatan Ngadi murni dari APBD Kabupaten Kediri, tapi esensinya yang perlu dipahami bersama bagaimana jembatan Ngadi ini bisa terkoneksi antara Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Tulungagung karena ini demi kepentingan masyarakat,” ungkap Mas Dhito.
Dalam kedatangannya itu, Mas Dhito mengecek lokasi Jembatan Ngadi yang rusak termasuk jembatan alternatif dari bambu yang dibuat swadaya warga. Mas Dhito pun meminta supaya tiang pancang Jembatan Ngadi nantinya supaya diperkuat karena berpengaruh dalam menahan arus sungai.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]
Adapun progres proses pembangunan jembatan, lanjut Mas Dhito, saat ini masih tahap pembongkaran jembatan lama. Pengerjaan pembongkaran jembatan lama itu telah selesai 80 persen, sehingga secepatnya mulai dilakukan pembangunan.
“Dalam waktu satu minggu kedepan jembatan yang lama dapat kita angkat dan sudah mulai persiapam membangun tiang pancang yang ada di bawah,” tandasnya.
Pembangunan kembali Jembatan Ngadi yang diinisiasi oleh Bupati Kediri ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Bahkan, warga Tulungagung memberi apresiasi khusus kepada Bupati.
“Matursuwun mas (Dhito) jembatane dibangun, mangkih mlampah-mlampah saged sekeco (terimakasih mas jembatannya dibangun, nanti kalau mau jalan-jalan jadi enak),” kata Mbah Muri, 70, warga Jeli, Tulungagung yang ditemui Mas Dhito di warung kopi dekat lokasi jembatan alternatif dari bambu.
Jembatan Ngadi berada diantara Desa Ngadi Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri dengan Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. Jembatan itu mengalami kerusakan sejak 2017. Selama mengalami kerusakan itu, proses pembangunan jembatan selalu tersendat dan baru dibangun saat kepemimpinan Mas Dhito.
Sebagaimana diketahui, Jembatan Ngadi mengalami kerusakan karena menggantungnya tiang penyangga akibat turunnya debit sungai serta banjir pada 2017 lalu. Jembatan yang mulai proses pembangunan itu, memiliki panjang 47 meter dengan lebar 7 meter serta terbagi menjadi dua bentang, 35 dan 12 meter. [adv kominfo/nm]








