Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan Hari Lahir Pancasila punya makna tersendiri bagi Kota Surabaya. Mengingat momen ini berdekatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya, maka dia berpesan semangat kepahlawanan dan Pancasila harus diadopsi menjadi satu kesatuan.
“Di Hari Lahir Pancasila yang berdempetan dengan peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 729 ini artinya, semangat kepahlawanan dan Pancasila harus kita adopsi menjadi satu agar ke depannya warga semakin sejahtera,” kata Eri di Surabaya, Rabu (1/6/2022).
Eri mengungkapkan arti dan filosofi Pancasila dari sila pertama hingga kelima mempunyai dasar yang sama dengan visi Pemerintah Kota (Pemkot) dalam membangun Surabaya.
“Dengan kekuatan kebersamaan, gotong royong, serta kekeluargaan itu lah, Insya Allah warga Kota Surabaya akan mencapai kebahagiaan,” katanya.
Dalam postingan instagram pribadinya, Eri pun menulis peran dan gagasan Bung Karno dalam konteks lahirnya Pancasila.
“77 tahun silam Bung Karno berdiri di bekas Gedung Volksraad. Di hari bersejarah itu, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia,” tulis Eri.
Bung Karno menyampaikan rumusan dasar negara, Pancasila, yang digali dari kearifan, tradisi, dan budaya rakyat Indonesia.
“Hari itu, 1 Juni 1945, kini kita kenal sebagai Hari Lahir Pancasila,” tulisnya.
Pancasila tentu saja tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dari permenungan yang mendalam, berakar pada kearifan dan tradisi rakyat Indonesia.
Dan yang pasti adalah atas ridho Tuhan Yang Maha Kuasa. Pada malam sebelum hari bersejarah itu, Bung Karno merenung.
Di pekarangan rumahnya, dalam keheningan malam, dia memandang bintang-bintang di angkasa- sembari memuji ciptaan Tuhan itu.
“Aku kagum pada ciptaan yang sempurna itu. Dan aku meratap pelan-pelan. Kusampaikan kepada Tuhan, ‘Aku menangis karena besok aku akan menghadapi saat bersejarah dalam hidupku. Dan aku memerlukan bantuan-Mu’,” tulisnya.
“Aku tahu, pemikiran yang akan kusampaikan bukanlah milikku. Engkaulah yang membukakannya kepadaku, Bung Karno berkata, seperti dikisahkan di biografinya,” tulisnya mengutip Buku Bung Kano Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
“Semoga kita bisa merawat dan membumikan Pancasila dalam tindakan. Selamat Hari Lahir Pancasila!,” pungkasnya. [asg/beq]






