Ponorogo (beritajatim.com) – Faceoff pedestrian jalan Urip Sumoharjo (Ursum) nampaknya sudah dimulai. Pasalnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo sudah melakukan pembongkaran median jalan. Pembongkaran jalan ini, direncanakan selesai selama 10 hari.
“Pembongkaran dimulai hari ini, rencananya diselesaikan selama 10 hari,” kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Kabupaten Ponorogo, Kamsun, Senin (30/5/2022).
Dari pantauan beritajatim.com, pembongkaran median jalan ini menggunakan alat berat. M Material median yang dibongkar langsung dibersihakn. Yakni dari alat berat langsung dimasukkan ke dalam dump truk. Panjang median jalan yang dibongkar sepanjang 850 meter.
“Kalau situasinya memungkinkan, arus kendaraan dari arah barat sepi, bisa kita datangkan lagi alat berat supaya cepat selesai,” katanya.
Kamsun menambahkan, jika bekas pembongkaran median terlalu dalam, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo. Yakni untuk melakukan pengaspalan.
“Tadi ada yang tidak terlalu dalam, jadi tidak perlu diaspal. Kalau ada yang bekasnya dalam, langsung dilakukan pengaspalan oleh DPUPKP,” pungkasnya.
Untuk diketahui, faceoff pedestrian di Jalan Urip Sumoharjo dianggarkan sebanyak Rp 8,1 miliar. Hal tersebut dikarenakan yang dilakukan faceoff di dua sisi, yakni bagian selatan dan utara. Dimana proyek tersebut dimulai dari perempatan Kelurahan Tambakbayan hingga di Pos Satlantas 901 Pasar Legi. Dengan faceoff ini, tentunya trotoar di sisi selatan dan utara akan mengalami pelebaran. Dimasa sisi selatan dan utara itu melebar menjadi 4 meter 35 centimeter. Lebar Jalan Urip Sumoharjo nantinya bakal menyempit menjadi 11 meter.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
“Sambil menunggu pekerjaan yang akan dilelang pada bulan Juni depan, kita telah berkonsentrasi untuk menyosialisasikan kepada warga yang tinggal di jalan tersebut,” kata Bupati Sugiri Sancoko.
Setelah mendapatkan sosialisasi, Kang Giri berharap warga yang tinggal di kanan dan kiri trotoar untuk membongkar atau merapikan bangunan yang menjorok ke jalan. Saat ini petugas juga mulai melaksanakan merobohkan pohon yang tumbuh lama di trotoar yang akan dilakukan face off.
“Pohon lama yang akarnya merusak trotoar akan ditebang, diganti dengan yang baru, yang lebih rindang. Perlu dipahami kita tidak sedang merusak kita, namun sedang menata kota agar lebih baik lagi,” pungkasnya. [end/but]






