Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 1.000 bibit tanaman binahong ditanam di bumi perkemahan Bernah De Valley Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Tanaman yang memiliki nama latin Anredera Cordifolia ini ditanam puluhan keluarga yang tergabung dalam Family Adventure Camp Community (FAC).
Pemilihan tanaman yang dijadikan obat tradisional dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dipilih lantaran ada salah satu peserta camp yang merupakan Finalis Pangeran Lingkungan Hidup 2022 yang menjadikan binahong yang dibudidayakan.
Ia adalah Andrew Ionesta, salah seorang murid kelas 3 SDN Ketabang I/288 Surabaya.
Bersama-sama FAC, ia mengajak teman sebayanya untuk membudidayakan tanaman binahong di lereng Gunung Welirang. Sebanyak 1.000 bibit tanaman binahong ditanam di bumi perkemahan Bernah De Valley. Dengan tertib, anak-anak usia dini hingga Sekolah Dasar (SD) ini dengan tertib mengikuti instruksi Nones (panggilan akrab, red).
Finalis Pangeran Lingkungan Hidup 2022, Andrew Ionesta mengatakan, ia mengajak teman-teman sebayanya untuk mencintai alam, menjaga alam dan lingkungan. “Karena tanaman binahong banyak manfaatnya. Bisa mengobati luka dalam dan luar, sebagai minuman untuk menambah imun tubuh,” ungkapnya, Minggu (29/5/2022).
“Komunitas FAC rutin menggelar kegiatan setiap dua bulan sekali. Salah satunya dengan menanam bibit tanaman binahong. Tujuannya untuk memberi edukasi ke anak-anak untuk menjadi pencinta alam namun juga bisa melestarikan dan merawat alam. Karena binahong banyak manfaatnya,” tutur Ketua FAC, Haris Raka Siwi.

Sementara itu, Direktur Bernah De Valley, Mukhtar Efendi mengapresiasi kegiatan yang digelar FAC tersebut. “Kami selalu wakil dari Bernah De Valley dan Kepala Kembang Belor mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Family Adventure Camp Community,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”mojokerto”]
Kepala Desa (Kades) Kembang Belor ini menambahkan, jika jarang ada komunitas pecinta alam, menikmati alam tapi tidak merubah sistem. Yakni dengan memperbaiki atau melakukan penanaman seperti yang dilakukan FAC. Ia tak menampik jika tanaman binahong banyak manfaatnya yang nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat juga.
Selain bersekolah, Nones juga gemar bercocok tanam, terutama tanaman binahong. Dia aktif membudidayakan tanaman binahong. Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung, tidak kurang 6.000 bibit tanaman binahong yang sudah ditanam dan tersebar di empat kampung binaan.

Di sekolahnya yakni di SDN Ketabang I/288, Rusun Tanah Merah, di Jalan Kranggan, kawasan Driyorejo, serta berkolaborasi dengan Kampung Ahong Tanah Merah. Aneka produk yang telah dihasilkan dari budidaya tanaman binahong oleh Nones antara lain, KrisHong (Krispi Binahong), Teh Mehong (Teh Melati Binahong), Puding Binahong, Es Cendol Binahong.
Dengan segudang pencapaian dan bukti nyata serta dukungan penuh dari keluarga, guru di sekolah dan teman-temannya, membuat Nones yakin dapat mengharumkan nama keluarga dan juga sekolahnya. Ia pun mengajak untuk semua mengikuti kegiatan penuh inspirasi dengan follow IG @andrew_ionesta dan kanal YouTube Andrew Ionesta.
Sementara itu, FAC sendiri merupakan komunitas keluarga pencinta alam dari wali murid SDN Ketabang Kali I/288 Surabaya sejak 10 tahun lalu. Namun seiring dengan berjalannya waktu, komunitas ini berkembang hingga Jawa Timur. Ada sebanyak 200 keluarga, karena komunitas ini memberikan kebebasan anggotanya untuk mencintai alam. [tin/ted]






