Kediri (beritajatim.com) – Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito mengunjungi pengurus yayasan beserta guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pare. Sesaat sebelum acara dimulai, Mbak Cicha, sapaan akrabnya, dibuat kagum oleh penampilan salah satu murid tuna netra.
Anak difabel itu bernyanyi sambil memainkan keyboard. Namanya Nahelin Salwa Usianya (16) murid kelas XI SMALB DWP Kabupaten Kediri.
Ternyata, keahlian bermain musik sudah dimiliki sejak usia 5 tahun. Dengan berlatih tekun dan mengikuti kursus bermusik, akhirnya dia bisa ikut sederet perlombaan.
“Luar biasa ya penampilannya Nahel, jari-jarinya sangat mahir memainkan keyboard”, ucap mbak Cicha dengan takjub.
Mbak Cicha memuji semangatnya. “Walaupun keterbatasan fisik yang dimilikinya, tidak menyurutkan semangat dan kemauannya untuk terus berkarya”, imbuhnya
[berita-terkait number=”4″ tag=”kediri”]”Saya berharap kepada para pengurus yayasan dan guru pengajar untuk terus memberikan support kepada anak-anak kita ini, agar bakat dan keterampilan yang mereka miliki dapat diasah, sebagai bekal masa depan mereka nantinya”, harap mbak Cicha
Kepala SLB B, C Pare Dewi Nurmasari ditemui usai acara mengucapkan, terima kasih kepada Ibu Ketua Yayasan Pendidikan Dharmawanita yang telah melaksanakan Halal Bihalal dan kunjungan kerja di SLB B, C Pare.
Ia bersyukur bahwa Mbak Cicha sangat mengapresiasi dan mendukung program kegiatan seluruh sekolah-sekolah baik SLB maupun Stikes yang dikelola Yayasan DWP.
“Selalu ditanya perkembangannya bagaimana, yang dibutuhkan saat ini apa saja. Untuk SLB Pare, sekarang ini telah melaksanakan perbaikan untuk ruang tata boga, toilet dan tempat wudhu, ” katanya.
“Kami sangat senang, memiliki pemimpin muda yang sat set seperti Mas Bupati dan Mbak Cicha sangat cepat merealisasikan program-program kami. Terima kasih Mbak Cicha,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa prestasi di sekolah Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharmawanita Persatuan (DWP) Pare banyak sekali, selain Nahel yang kenyang akan prestasi dan kompetisi ada pula tata rias, keterampilan meronce, anak-anak grahita yang juga mengikuti lomba menyanyi.
“Apa yang disukai dan diminati oleh peserta didik itu yang kami asah terus agar berkembang, harapannya semoga sekolah kami bisa mencetak peserta didik yang berakhlak, berguna bagi Nusa dan Bangsa,” pungkasnya
Sebelum meninggalkan SLB Pare, mbak Cicha berkeliling dahulu melihat kondisi bangunan yang ada disekolah. Satu persatu ruangan kelas tak luput dari pantauannya. [nm].






