Sumenep (beritajatim.com) – Selama masa libur lebaran, terjadi peningkatan jumlah kunjungan yang cukup signifikan pada sejumlah objek wisata di Kabupaten Sumenep. Termasuk di objek wisata yang dikelola Pemkab setempat, yakni Pantai Slopeng, Pantai Lombang, dan Museum Keraton Sumenep.
“Dari tiga objek wisata yang dikelola pemkab, yang paling diminati adalah wisata alam seperti Pantai Lombang dan Slopeng,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata, Moh. Iksan, Rabu (11/05/2022).
Pantai Lombang terletak di Kecamatan Batang-batang, sekitar 25 km dari Kota Sumenep. Pantai ini dikenal dengan hamparan cemara udang di sekeliling pantai, yang membuat suasana pantai menjadi teduh. Sementara Pantai Slopeng dikenal dengan gunung pasir putih di sepanjang pantai. Selain itu, hamparan pasir putih yang halus di pantai ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pantai Slopeng berada di wilayah utara Sumenep, sekitar 17 km dari Kota Sumenep. Di dua pantai ini, pengunjung juga bisa berkuda keliling pantai.

“Kalau dihitung secara kasar, pengunjung saat libur lebaran kemarin mencapai 18.000 orang. Mencapai puncaknya saat perayaan lebaran ketupat,” kata Iksan.
Ia mengakui, masih banyak hal yang harus dibenahi di objek-objek wisata yang dikelola Pemkab Sumenep. Diantaranya kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung. Selain itu, yang perlu mendapat pembenahan adalah fasilitas umum seperti kamar mandi bilas bagi pengunjung setelah mandi di pantai.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata-sumenep”]
“Kami mendapat laporan, saat pengunjung membeludak, air di kamar mandi bilas ini sampek kosong, gak nututi. Kami minta maaf, dan kami siap untuk membenahi, agar jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” ucap Iksan.
Ia memaparkan, uang yang masuk sebagai PAD dari objek wisata yang dikelola Pemkab sebesar Rp 230 juta. Jumlah itu jauh di atas target awal Rp 150 juta. “Angka ini masih akan terus bergerak. Semoga hingga minggu depan bisa mencapai Rp 300 juta,” harapnya. [tem/but]






