Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam upaya membangkitkan perekonomian masyarakat terdampak pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto membuat program inovasi kelompok usaha bersama (kube) bidang pertanian, perikanan, dan peternakan. Untuk mengakomodir kube dibuat sebuah sistem informasi terintegrasi bernama ‘Si Peri Piterpan’.
Aplikasi tersebut akan menyajikan data komprehensif terkait pertanian, perikanan, peternakan, kube, poktan (kelompok tani), hingga data bantuan permodalan, laba-rugi, dan keaktifan penerima bantuan. Aplikasi diharapkan semakin memudahkan pengembangan serta percepatan pembangunan bidang ketahanan pangan di Kota Mojokerto.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-mojokerto”]
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat memimpin langsung rapat bersama yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto di Sabha Mandala Madya Pemkot Mojokerto. “Meskipun tidak sebanyak bidang industri dan perdagangan, kita harus tetap mensupport warga yang memiliki ketertarikan di bidang ketahanan pangan ini,” ungkapnya, Selasa (10/5/2022).
Karena, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), di bidang ketahanan pangan masih ada peluang yang dinilai menguntungkan oleh sejumlah kelompok warga. Meskipun wilayah Kota Mojokerto memiliki keterbatasan lahan pertanian, perikanan, dan peternakan, faktanya masih ada sejumlah warga yang tertarik untuk berwirausaha dalam bidang tersebut.
“Terbukti dari keberadaan sejumlah kelompok usaha bersama (kube) yang masih bertahan dan bahkan menunjukkan progres yang positif. Pada awal pelaksanaannya, banyak warga yang antusias mengikuti program tersebut tapi belakangan keadaan mulai membaik, warga yang sebelumnya ‘dirumahkan’, kini kembali bekerja,” katanya.
Sehingga jumlah warga yang turut serta dalam program tersebut berkurang. Namun di sisi lain, tambah Wali Kota perempuan pertama si Kota Mojokerto ini, ada kelompok yang bertahan dan bahkan sudah bisa berkembang. Mereka yang serius tersebut, tegas Ning Ita, yang harus dipantau terus dan layak mendapatkan bantuan permodalan.
“Saya harap dengan adanya aplikasi ini, ke depan dapat semakin memudahkan pengembangan serta percepatan pembangunan bidang ketahanan pangan di Kota Mojokerto,” tegasnya di hadapan para pendamping dan pegawai DKPP, Camat dan Lurah dari seluruh 18 kelurahan yang ada di Kota Mojokerto.
Sekedar diketahui, tujuan dari program tersebut agar warga bisa mencukupi kebutuhan konsumsi sendiri. Namun dalam perkembangannya, sejumlah kube pertanian bahkan bisa menyuplai pedagang sayur sekitar mereka. Kemudian terdapat pula kube yang mampu mengolah hasil perikanan mereka, sehingga dapat menambah nilai jual panen yang dihasilkan.
Pihaknya juga terbuka apabila nantinya ada warga lain yang sebelumnya belum tergabung kube, namun kemudian tertarik untuk menekuni bidang tersebut. [tin/kun]






