Malang (beritajatim.com) – Ninik Endah Widayani (59 tahun) tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa anaknya Dwi Ariesta Wardhana (38 tahun) jatuh dari lantai 2 rumahnya akibat sling lift putus. Ninik menuturkan bahwa saat itu dirinya yang berada di lantai 1 meminta pertolongan anaknya karena infeksi di kakinya terus mengeluarkan darah.
Aries yang memiliki bobot seberat 275 kilogram dengan cekatan turun mendengar ibunya membutuhkan pertolongan. Sayangnya, sling lift di rumahnya yang berada di Perum Puri Kartika Asri, Arjowinangun Blok Q, Kedungkandang, Kota Malang putus saat dirinya sedang perjalanan turun dari lantai 2 menuju lantai 1. Dia pun jatuh tersungkur hingga mengalami patah kaki di bagian kanan dan kiri.
“Awalnya saya minta tolong pendarahan di kaki saya tidak berhenti. Tisu sudah habis. Saya minta tolong, dia jawab iya ma, selang beberapa menit kemudian terdengar suara brak….. Dan teriak mama karena dia terjatuh dari lantai dua,” tutur Ninik, Senin (9/5/2022).
Mendengar suara kencang itu, Ninik yang duduk di kursi roda lantas menghampiri anaknya. Dia menangis dan bingung melihat anaknya jatuh dari lantai 2. Warga yang mendengar suara kencang itu pun lantas datang berbondong-bondong ke rumah Ninik untuk melihat apa yang sedang terjadi.
“Warga langsung datang ke rumah setelah dengar suara braakk… Awalnya dikira ledakan elpiji, setelah masuk ke rumah saya minta tolong itu bahwa anak saya jatuh dari lantai dua karena kawat sling lift di rumahnya putus,” kata Ninik.
Saat itu sekira pukul 09.30 WIB, Sabtu, (7/5/2022). Ninik dan warga yang akan memberikan pertolongan panik hingga akhirnya meminta pertolongam dari tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang dan Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang.
Tetapi tim medis dari dua rumah sakit itu tidak bisa berbuat banyak karena berat badan Aries yang begitu besar. Ambulans milik dua rumah sakit ini tidak bisa membawa Aries untuk mendapatkan pertolongan intensif akibat terjatuh dari lantai 1.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
Ninik beserta keluarga dan warga setempat akhirnya berdiskusi. Mereka memutuskan memanggil PMI dan petugas pemadam kebakaran (PMK). Dengan dibantu warga dan tim medis akhirnya Aries berhasil dievakuasi dengan ditanduh menggunakan triplek dan dibawa ke RSSA dengan mengendarai mobil pikap.
“Warga tidak bisa mengevakuasi, akhirnya memanggil RSUD ternyata tidak cukup ambulansnya lalu RSSA juga tidak cukup. Kemudian PMI datang juga tidak cukup, akhirnya minta tolong ke PMK dan dievakuasi selama 3 jam dan akhirnya bisa dibawa ke RSSA dengan pick up. Saya berharap anak saya segera sembuh,” tandasnya. [luc/but]






