Sidoarjo (beritajatim.com) – Sebanyak 57 pendaftar Peserta Didik Baru (PPDB) jalur kelas khusus olahraga (KKO) di SMPN 2 Sidoarjo, Senin (9/5/2022) ini, mengikuti tes langsung setelah pendaftaran ditutup 21 April 2022 lalu. Hanya ada satu kelas KKO tahun ini, dengan kuota 32 siswa di SMPN 2 Sidoarjo. Tes tersebut untuk menentukan 32 siswa terbaik dari 57 siswa pendaftar.
Dikatakan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo Djoko Supriyadi para pendaftar dikumpulkan di SMPN 2 Sidoarjo semuanya. Setelah itu, mereka diarahkan untuk tes fisik di pagi hari. “Peserta tes dipisah,” katanya Senin (9/5/2022).
Djoko menambahkan, pemisahan itu sesuai pemilihan minat cabang olahraga siswa. Misalnya ada peserta yang diarahkan ke GOR kolam renang bagi siswa yang minat cabor renang. “Untuk minat cabor panahan ke lapangan Jenggolo, untuk minat cabor bulu tangkis ke SMPN 2 dan lainnya. Jadi disesuaikan dengan minat dan bakat peserta,” jelasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PPDB”]
Dijelaskan Djoko, tes itu bukan melihat kemampuan teknis siswa. Karena sudah tentu belum banyak yang profesional karena masih taraf pemetaan bakat minat. Namun tes itu digelar untuk melihat minat dan bakat dasar siswa.
“Syukur sudah punya keahlian atau pernah juara ada nilai tambah. Kalau tidak ada sama sekali tidak masalah. Tapi jika perhitungan teman-teman juri berbakat maka dapat nilai lebih,” jelas mantan Kabid Kebudayaan itu.
Untuk juri yang terlibat beragam. Mulai dari guru dari SMANOR Jatim, kelompok guru olahraga, dari Disporapar dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo.
“Bagi siswa yang diterima, akan diumumkan pada 14 Mei mendatang. Bagu siswa yang tidak lolos jalur KKO ini nantinya juga masih bisa mendaftar jalur lainnya. Seperti jalur zonasi. Sebab, untuk jalur zonasi pendaftaran dibuka pada 8 sampai 10 Juni mendatang,” jelasnya.
Selain di SMPN 2 Sidoarjo, Pemkab Sidoarjo tahun ini juga membuka KKO di SMP PGRI 9 untuk jenjang sekolah swasta. “Proses di SMP PGRI 9 nanti setelah tuntas PPDB SMP Negeri, dan tetap ada tes. Sehingga siswa yang masuk nantinya benar-benar punya potensi,” jelas Djoko. (isa/kun)






