Lamongan (beritajatim.com) – Pedagang janur di Kabupaten Lamongan mendapat berkah jelang lebaran ketupat atau hari ketujuh Idulfitri.
Pasalnya, antusiasme masyarakat dalam menyambut lebaran ketupat tahun ini terbilang tinggi jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Para pedagang pun mengaku untung besar dari penjualan janur, yang menjadi bahan pembuatan kulit ketupat. Hal tersebut seperti yang dialami oleh Hepy, salah satu penjual janur di Pasar Rakyat Sukomulyo Lamongan.
Menurut Hepy, harga janur tahun ini mengalami kenaikan. Satu ikat janur dihargai Rp 25 ribu. Sedangkan di tahun lalu harganya hanya berkisar belasan ribu saja.
“Kalau eceran, satu ikat isi 80 lembar, harga Rp 25 ribu. Kalau yang ketupat jadi, satu ikatnya isi 10 biji, harganya Rp 10 ribu,” kata Hepy kepada wartawan, Sabtu (7/5/2022).
Selain menjual secara eceran, wanita paruh baya tersebut juga melayani pembelian secara grosir. Untuk satu ikat besar berisi 500 lembar janur, ia menyebut telah menjualnya dengan harga Rp 150 ribu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Hepy yang menjajakan dagangannya di mobil bak terbuka ini mengaku bersyukur karena lapaknya tak pernah sepi. Pembeli silih berganti berdatangan, baik dari kalangan ibu-ibu maupun bapak-bapak.
“Penjualan Alhamdulillah ramai. Karena mungkin (situasi pandemi) sudah bebas ini, ekonomi mulai pulih, jadi ya lumayan,” ungkap Hepy.

Lebih lanjut, Hepy mengungkapkan, jika ia sudah mulai berjualan janur sejak empat hari yang lalu. Bahkan, ia berkata, selama sehari saja, satu pickup janur yang ia datangkan ludes terjual.
Hepy juga meyakinkan bahwa janur yang ia jual memiliki kualitas yang bagus, sehingga pembeli tak akan komplain atau ragu saat membelinya. “Janurnya ini saya datangkan dari Lumajang,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pembeli bernama Wildan mengatakan, jika lebaran ketupat sudah menjadi tradisi yang harus dirayakan di desanya. Oleh sebab itu meski harga janur mahal, ia mengaku, akan tetap membeli janur.
“Ya tetep beli mas untuk kupatan. Sudah menjadi tradisi yang melekat di masyarakat. Tiap tahun sekali memang selalu kita rayakan,” tuturnya.[riq/ted]






