Jember (beritajatim.com) – Umi Rahayu, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) menjadi juara cabang olahraga pentaque. Dia akan mewakili Jawa Timur di ajang Pekan Olah Raga Mahasiswa Nasional (Pomnas).
Umi meraih medali emas dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Jatim yang digelar di Unversitas Kanjuruhan Malang, akhir Maret 2022. Ia mengalahkan atlet asal Universitas Negeri Surabaya yang menjadi unggulan pertama dalam final kategori pointing putri.
“Awalnya sempat deg-degan juga menghadapi atlet dari Unesa yang sudah dikenal sebagai asalnya atlet-atlet petanque jagoan,” katanya. sebagaimana dilansir Humas Unej.
Sukses Umi menarik minat mahasiswa Unej lain untuk belajar soal pentaque. Mereka tertarik setelah melihat foto-foto aksinya di media sosial.
“Saat ini ada sembilan atlet pentaque di Unej dan semoga makin banyak rekan mahasiswa yang bergabung sehingga rencana Kami ingin membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa Petanque Universitas Jember,” kata Harum Chantya, atlet pentaque lainnya.
Pentaque merupakan olah raga tradisional Prancis yang baru masuk ke Indonesia pada 2017 lalu. Olah raga ini mirip permainan kelereng dengan dua kategori permainan, pointing dan shooting.
Dalam kategori pointing, dua atlet pentaque akan berusaha melemparkan bola besar yang terbuat dari besi sedekat mungkin dengan bola kecil dari kayu yang sudah dilemparkan terlebih dahulu. Bola kecil kayu ini dilempar pertama kali dengan ketentuan jarak paling dekat enam meter dan paling jauh sepuluh meter.
Kemudian atlet akan berusaha melemparkan bola besinya sedekat mungkin dengan bola kayu. “Setiap atlet mendapatkan giliran tiga kali melempar bola besi. Jadi setiap atlet harus memiliki strategi, akan melempar bola kayu kecil sejauh mana,” kata Umi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”unej-jember”]
Sementara shooting mirip permainan kelereng. Kedua atlet berusaha melempar bola besinya ke bola besi lawan, sementara posisi bola besi ditentukan di titik tujuh hingga sepuluh meter. “Setiap lemparan yang telak mengenai bola besi lawan bakal mendapatkan angka,” kata Harum.
Menurut Harum, untuk kategori shooting ini atlet harus punya strategi agar lemparannya jitu mengenai bola besi lawan, dari gaya melempar hingga pemilihan bola besi. “Biasanya setiap atlet memiliki bola besi favorit yang berdasar pada bobotnya, mulai bola besi dengan berat enam ratusan gram hingga lebih. Pemilihan bobot bola besi ini juga disesuaikan dengan gaya melempar dan kekuatan sang atlet,” katanya. [wir/beq]






