Sumenep (beritajatim.com) – Tradisi ziarah ke makam orang tua dan sesepuh saat hari pertama lebaran, masih melekat kuat di Sumenep, Madura.
Setelah melaksanakan salat Idulfitri, seluruh keluarga yang datang dari jauh, langsung nyekar ke makam orang tua maupun sesepuh.
Hampir seluruh kompleks pemakaman umum dipadati oleh peziarah. Mobil berplat nomor luar kota terlihat memadati jalan di sepanjang pemakaman umum.
“Kami dari Jakarta memang mudik ke Sumenep, setelah dua tahun kami tidak bisa pulang. Selain ngumpul dengan keluarga besar, kami juga nyekar ke makam bapak,” kata Narto, salah satu peziarah, Senin (02/04/2022).
Membeludaknya peziarah ke makam, membawa berkah bagi para penjual kembang di pintu makam. Sepanjang hari, bunga yang digunakan untuk nyekar laris manis.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sumenep”]
Salah satu penjual bunga, Mistiyah menuturkan, dalam sehari, saat lebaran hari pertama, dirinya bisa menjual ratusan bungkus kembang untuk nyekar.
“Sehari bisa 300 an bungkus. Alhamdulillah, laris. Per bungkus saya jual Rp 2.000. Kembang 7 rupa. Masih segar-segar semua,” katanya.

Ia mengaku bersyukur, tahun ini ramai lagi ziarah makam, setelah 2 tahun sepi karena pandemi. Dagangan bunganya kembali laris seperti sebelumnya.
“Alhamdulillah.. kalau lebaran tahun ini ramai lagi. Kalau dua tahun lalu sepi sekali. Hampir tidak ada orang yang nyekar,” ujarnya. (tem/ted)






