Surabaya (beritajatim.com) – Pada tahun ini jika mengacu himbauan pemerintah masyarakat Indonesia sudah akan kembali diperbolehkan untuk mengunjungi sanak saudara. Hal yang sudah dua tahun belakangan terpaksa tidak bisa dilakukan akibat Covid-19.
Namun, dengan kembalinya tradisi ini, kita juga harus siap pula untuk berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin agak menyebalkan dari keluarga besar. Tak perlu pusing, atau terpancing emosi, berikut ini tips jitu menghadapi hal pertanyaan hari raya lebaran.
1. Menjawab Pertanyaan: “Mana Pacarnya, Nih?”
Bagi masih single, biasanya pertanyaan ini akan mampir. Sudah biasa mendengar pertanyaan seperti ini. Cara jawabanya gampang, bisa jawab, “Masih fokus untuk bangun karir, atau “Belum takdirnya mengubah status,”
2. Menjawab pertanyaan: “Umur Sudah Pas Buat Menikah. Jadi, Kapan?”
Masuk usia akhir 20an dan awal 30an, tapi masih belum melangkah ke pelaminan. Jika masih single, tinggal jawab saja “masih cari yang terbaik. Pilih calon suami tidak bisa asal,” atau “Jika sudah waktunya, nanti pasti om/tante denger kabarnya dari aku.”
3. Menjawab pertanyaan: “Sudah Kerja, Belum?” atau “Kerja Dimana Sekarang?”
Ada beberapa orang yang menganggap pertemuan keluarga jadi kesempatan buat pamer pencapaian anak masing-masing. Jika kebetulan belum mendapatkan pekerjaan, bisa menjawab, “kebetulan belum rejekinya. Doain yang terbaik, ya,” atau “masih dalam tahap pencarian sambil mengasah kemampuan”.
4. Menjawab Pertanyaan: “Kamu Gendutan, Ya?” atau “Kamu Kok Kurusan Banget”
Pertanyaan ini umum ditanyakan oleh sanak keluarga yang jarang bertemu. Mereka biasanya otomatis langsung menyadari kalau ada perubahan di badan. Tidak perlu overthinking mendapat pertanyaan begini.
Cara menjawabnya yaitu dengan kalimat, “Iya, nih! Aku bahagia soalnya. Jadi nafsu makannya naik!” atau, “iya nih. Emang naik sih berat badannya. Soalnya harus jaga kesehatan kan di masa pandemi begini? Jadi makannya teratur banget!”
Kalau soal kurus, Anda bisa langsung jawab begini, “iya aku kurusan soalnya lagi sibuk akhir-akhir ini.” Pada intinya dibawa santai aja.
Pada intinya harus ditanggapi dengan kepala dingin saja. Karena pertanyaan tersebut sudah jadi semacam ‘budaya’ di Indonesia. (dan/ian)






