Kediri (beritajatim.com) – Monumen Macan Putih yang menjadi ikon Persik Kediri jadi sasaran aksi vandalisme. Beberapa bagian monumen yang berlokasi di Stadion Brawijaya Kota Kediri itu penuh coretan cat semprot.
Akun Facebook DLHKP (Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan) Kota Kediri mengunggah beberapa foto aksi vandalisme itu. Dalam unggahan itu, selain foto juga terdapat tulisan definisi vandalisme serta edukasi tentang larangan vandalisme yang bisa merusakan fasilitas publik dan kampanye penghentian aksi vandalisme. ‘STOP VANDALISME…ya sobat Dlhkp…!!!’
Kepala DLHKP Kota Kediri, Anang Kurniawan, membenarkan kejadian ini. Pihaknya telah menghapus dan melakukan perbaikan terhadap kerusakan pada fasilitas umum tersebut.
“Kita fokus di monumen saja. Kita perbaiki ornamen batunya yang lepas-lepas. Dicat dan ditata ulang untuk tamannya,” kata Anang Kurniawan, pada Jumat (29/4/2022).
DLHKP, menghapus coretan di monumen itu dengan cara digosok. Kemudian ditimpa dengan cat ungu, warna yang identik dengan tim kebanggaan masyarakat Kota Kediri.
Aksi vandalisme di ruang publik melanggar peraturan daerah tentang ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. Sehingga tindakan tersebut merupakan pelanggaran.
Monumen Macan Putih sendiri merupakan lambang kejayaan Persik Kediri, tim sepakbola dua kali juara Liga Indonesia. Di atas monumen yang berada di pojok Stadion Brawijaya itu terdapat patung Macan Putih.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Persik-Kediri”]Sementara, pada unggahan akun DLHKP Kota Kediri juga terdapat aksi keprihatinan terhadap vandalisme pada patung lambang kejayaan Persik Kediri. Berikut isinya :
‘Sebagai penikmat alam, saya sangat tidak suka dan prihatin dengan tulisan-tulisan yang mereka bubuhkan entah itu di pohon, batu, atau di tempat lain yang cenderung merusak keindahan pemandangan disana…jagalah kebersihan dan keindahan fasilitas yang sudah disediakan ya sobat…jangan dirusak atau dicorat-coret ya sobat’.
Tentunya aksi vandalisme ini perbuatan yang tidak baik dan masuk di dalam kategori merusakan fasilitas umum. [nm/but]






