Gresik (beritajatim.com) – Bandeng kawak berbobot 18,04 kilogram dan panjang 92 centimeter milik Syaifullah Mahdi, petambak asal Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik berhasil menjadi kontestan terbaik dan menyabet juara satu dalam kontes bandeng tahun 2022, Kamis (28/4/2022) malam di Alun-Alun Gresik.
Sementara juara kedua diraih bandeng seberat 8,7 kilogram dengan panjang 78 centimeter, milik Rozikin, petambak asal Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah. Disusul urutan ketiga, bandeng kawak seberat 8,01 kilogram dengan panjang 74 centimeter, milik M. Sobih, warga asal Desa Tanjung Widoro, Mengare, Kecamatan Bungah.
Selain hadiah umrah, para juara kontes bandeng juga mendapatkan hadiah uang. Juara pertama mendapatkan uang tunai Rp 15 juta, kemudian juara kedua Rp 10 Juta, dan juara ketiga Rp 5 juta. Sedangkan juara harapan mendapatkan uang Rp 3,5 juta.
“Kontes bandeng dan pasar bandeng tahun ini kembali digelar secara langsung dan dapat dinikmati oleh masyarakat. Pasar bandeng ini juga menjadi tradisi masa lampau yang harus dilestarikan. Selain tradisi masa lampau, tradisi ini juga menjadi pendorong bangkitnya ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Jumat (29/4/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”bandeng”]
Sementara Syaifullah Mahdi petani tambak yang memenangi kontes bandeng kawak menuturkan, untuk membudidayakan bandeng kawak tersebut dirinya membutuhkan waktu 12 tahun. Dari budidaya itu, dipilih beberapa ikan bandeng yang berkualitas lalu dikembangkan lagi sampai tumbuh besar. “Budidaya bandeng kawak gampang-gampang susah. Bila salah dalam memeliharanya ikan tersebut tidak bisa tumbuh besar,” ujarnya.
Setiap kontes dan lelang, lanjut dia, dirinya selalu mengikuti kontes tersebut. Sebelum muncul pandemi covid-19. Bandeng miliknya juga pernah menyabet juara tiga. Sedangkan tahun ini menjadi juara pertama. “Alhamdulillah bisa kembali juara pertama. Di kontes dan lelang bandeng kami mengirim dua. Satu juara pertama dan juara kedua,” ungkapnya.
Seperti diketahui Desa Pangkah Wetan dipilih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai ‘kampung bandeng’. Di daerah tersebut terdapat ratusan petani tambak budidaya ikan. Hasil dari budidaya itu dikirim ke berbagai daerah. [dny/suf]






