Ngawi (beritajatim.com) – Pasca memberikan konfirmasi terkait masuknya nama dalam jajaran pengurus DPD Partai Demokrat Jawa Timur 2022-2027 dan merasa dicatut, muncul pengakuan dari Ony Anwar Harsono bahwa dirinya pernah menjadi pengurus Partai Demokrat Jatim di era Soekarwo.
Kini juga beredar foto Ony Anwar Harsono berseragam Partai Demokrat. Ony buka hanya memakai jas biru berlambang Mercy Partai Demokrat, namun juga mengepalkan tangan dengan berlatar belakang foto Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat.
Terkait dengan foto, Ony yang kini menjabat Bupati Ngawi mengatakan foto itu diambil saat mengambil surat rekomendasi untuk mencalonkan diri menjadi Bupati Ngawi untuk Pilkada 2020 di Jakarta. Tepatnya sekitar Mei atau Juni 2020.
”Saat itu ambil rekom (Partai Demokrat) di Jakarta. Kebetulan ketemu sama Mas Renville dan saya diminta memakai baju Partai Demokrat dan berfoto,” kata Ony saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (25/4/2022).
Tak hanya mengakui mendapat rekom dari Partai Demokrat, Ony membenarkan dirinya pernah menjadi pengurus Partai Demokrat Jatim periode kepemipinan Soekarwo 2016-2021. Namun, lanjut Ony, dirinya berpamitan secara lisan pada Soekarwo yang saat itu sudah mundur jadi Ketua DPD Partai Demokrat.
”Saat itu saya sampaikan ke Pakde (Soekarwo, Red) kalau saya mau maju nyabup (mencalonkan bupati,red) lewat PDI Perjuangan. Dan saat itu saya sampaikan secara lisan sudah jelas kalau secara kepengurusan selesai. Dalam surat keputusan (SK) kan sudah jelas tanggal berakhirnya. Jadi ya saya sudah selesai dari Demokrat per tahun 2020,” kata mantan Wabup Ngawi dua periode itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”demokrat-jatim”]
Dalam catatan beritajatim.com, Soekarwo yang terpilih lagi menjadi Ketua Partai Demokrat Jatim Mei 2016, baru dilantik menjadi Ketua Partai Demokrat pada Januari 2017 untuk kepengurusan 2016 -2021.
Namun Pakde Karwo setelah lengser dari Gubernur Jatim pada tahun 2019 diangkat menjadi Komisaris Semen Indonesia. Karena itu dia mundur dari jabatan ketua pada 2019.
Lepas dari data itu, Ony merasa kepengurusannya berakhir di tahun 2020 dan sudah mundur dari Partai Demokrat secara lisan.

Karena itu Ony bergabung dengan PDI Perjuangan hingga sekarang. Dari kurun waktu tahun 2020 hingga 2022 ini tak ada komunikasi sama sekali dari internal partai berlambang Mercy itu.
Sehingga, dirinya tak tahu menahu soal apa saja yang terjadi di internal Partai Demokrat apalagi soal masuknya dia di jajaran pengurus yang dilantik pada Jumat (22/4/2022) lalu.
Ony Anwar mengakui komunikasinya selama ini baik dengan rekan-rekan partai pengusung, termasuk Partai Demokrat, serta dengan Emil Dardak selaku Wagub Jatim. Namun Ony berharap karena dirinya merasa sudah bukan lagi anggota Demokrat dan telah menjadi kader PDIP, lebih baik jika namanya tidak berada di jajaran pengurus.
Ony Mengakui Kalau Sempat Lompat Partai
Sesaat usai Ony memberikan klarifikasi terkait merasa dicatut dalam pengurus DPD Partai Demokrat Jatim, Ketua DPC PDI Perjuangan Dwi Rianto Jatmiko memberikan konfirmasi kalau Ony tercatat jadi anggota PDIP sejak 2010. Hal itu, juga dibenarkan oleh Ony.
”Saya bergabung ke PDIP sudah sejak 2010 memang. Dan saat bergabung ke Demokrat karena diajak Pakde Karwo, saya sudah minta izin juga ke Mbah Kung (Budi Sulistyono, Red) yang saat itu jadi Bupati, saya Wabupnya kan. Dan Mbah Kung bilang gak apa-apa, yang penting beliau sudah saya beri tahu,” kata Ony.
Dia mengakui kalau sempat lompat Partai dari PDIP ke Partai Demokrat usai diajak Pakde Karwo untuk bergabung. Tepatnya tahun 2015 lalu, dan diminta jadi pengurus selama tahun 2015 hingga 2020.
”Tapi kan saat itu saya hanya masuk karena diajak Pakde saja. Mbah Kung sudah tahu dan gak apa-apa. Kemudian, saya kembali lagi ke PDIP di tahun 2020 itu,” katanya. (fiq/ted)






