Malang (beritajatim.com) – Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang atau sebelumnya bernama PDAM Kota Malang diganjar sebagai Perumda Air Minum Bintang 5 alias menorehkan penilaian terbaik. Penghargaan ini didapat atas peningkatan pelayanan dan inovasi yang dilakukan.
Pada tahun lalu, Kota Malang melalui Perumda Tugu Tirta juga mampu menyapu bersih tiga gelar. Selain Perumda Air Minum Bintang 5, dua penghargaan lain yang direngkuh adalah kategori Top CEO BUMD serta Top Pembina BUMD 2022 untuk Walikota Malang, Sutiaji.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-malang”]
Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas dalam acara seremonial bertajuk ‘Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD yang Berkelanjutan’ di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Rabu (20/4/22). “Penghargaan ini merupakan prestasi bagi Kota Malang. Membuat harum nama Kota Malang sehingga berjaya di level nasional, bukan berarti kami bisa cepat berpuas diri,” ujar Muhlas.
“Justru kami di Perumda Tugu Tirta harus makin meningkatkan kinerja dan kreatifitas untuk berinovasi demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Semoga apa yang kami raih kali ini dapat menginspirasi BUMD dan OPD lain di Pemkot Malang untuk terus memberikan yang terbaik,” imbuhnya.
Perlu diketahui TOP BUMD Awards merupakan penghargaan yang diberikan kepada BUMD-BUMD terbaik di Indonesia, atas achievement (prestasi), improvement (perbaikan) dan contribution (kontribusi) BUMD yang telah dilakukan. Meliputi kinerja bisnis, layanan dan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Penilaian dilakukan dengan melibatkan dewan juri para profesor, doktor, serta para praktisi, konsultan bisnis dan tenaga ahli di bidangnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara, M Lutfi Handayani menyebut, ajang ini diselenggarakan untuk mendukung program serta kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, guna mempercepat peningkatan kinerja BUMD dan pembangunan perekonomian di daerah.
“Perumda Tugu Tirta dinobatkan sebagai BUMD terbaik nasional di bidangnya, karena terbukti bisa mengoptimalkan potensi untuk membentuk dan mengembangkan kegiatan usaha lainnya, tanpa mengesampingkan pelayanan prima kepada pelanggan sebagai prioritas,” tandas M Lutfi Handayani. (luc/kun)






