Surabaya (beritajatim.com) – Niat ‘enak-enak’ sendirian seorang pria asal Switzerland berakhir tragis. Dia harus menjalani perawatan di ICU lantaran mengalami cedera paru-paru setelah melakukan masturbasi agresif.
Menurut laporan kasus medis yang diterbitkan dalam Radiology Case Reports, pria berusia 20 tahun yang tidak disebutkan namanya itu baru-baru ini dirawat di rumah sakit setelah mengalami sesak napas dan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Dikutip dari Indiatimes.com, ia bergegas ke Rumah Sakit Cantonal, di kota Winterthur, di mana dokter segera mendiagnosisnya dengan pneumomediastinum spontan (SPM) – penyakit jinak langka yang terjadi ketika udara bocor dari paru-paru dan tersangkut di tulang rusuk.
Sementara petugas medis tidak yakin bagaimana cedera itu terjadi, tetapi mereka mencatat itu jarang terjadi dan umumnya menyerang pria muda di usia 20-an.
Selain itu, dokter menemukan emfisema subkutan yang dalam sebagai penyebab wajah bengkak dan suara berderak di tubuhnya. Ini terjadi ketika udara terperangkap di antara jaringan di dalam tubuh.
Pria itu kemudian dilarikan ke ICU, di mana dia diberikan oksigen untuk membantu pernapasannya.
Dia juga diberi parasetamol analgesik untuk mengatasi nyeri dadanya, dan antibiotik untuk menangkis kemungkinan infeksi, sesuai studi jurnal.
Ketika kondisinya membaik dalam semalam, dia dipindahkan ke bangsal umum, di mana dia tinggal selama tiga hari sebelum dipulangkan dalam keadaan sehat.
“Faktor predisposisi adalah riwayat merokok, asma akut dan penggunaan narkoba (terutama kokain dan heroin). Kecuali untuk riwayat asma ringan dan non-akut, tidak ada faktor pemicu yang terlihat pada pasien kami,” kata laporan itu.
Ini adalah pertama kalinya kasus pneumomediastinum spontan telah didokumentasikan terkait dengan masturbasi. Meskipun ada kasus yang tercatat setelah berhubungan seks atau menggunakan narkoba atau ekstasi.
Tahun lalu, seorang pria Jepang hampir meninggal karena masturbasi setelah ia menderita stroke yang mengancam jiwa hanya beberapa saat setelah ejakulasi.
Menurut laporan kasus medis yang diterbitkan tahun lalu di Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases, pria berusia 51 tahun yang tidak disebutkan namanya itu dikatakan memiliki kebiasaan masturbasi beberapa kali sehari.
Sayangnya, suatu hari kebiasaannya menyebabkan pendarahan subarachnoid yang berpotensi mematikan – ketika pembuluh darah di otak pecah.
Pria yang tidak disebutkan namanya itu langsung mengalami sakit kepala hebat setelah klimaks, yang kemudian menyebabkan muntah.
Khawatir dengan kesehatannya, pria itu membawa dirinya ke Rumah Sakit Universitas Kota Nagoya di mana petugas medis melakukan serangkaian tes. Mereka menemukan dia memiliki tekanan darah rendah dan bingung.
CT scan mengkonfirmasi diagnosis pria itu dan dia dirawat di rumah sakit. Dia untungnya selamat dan dipulangkan setelah hampir dua minggu di rumah sakit dalam kondisi “sangat baik”. (adg/beq)






