Gresik (beritajatim.com) – Bicara soal kuliner Gresik memang tidak ada habisnya. Mulai dari nasi krawu, bongko kopyor maupun bubur roomo. Kali ini ada hidangan kolak srikaya namanya. Sekilas makanan ini mirip bongko kopyor. Bedanya kuliner khas Gresik tidak dibungkus daun pisang. Namun, dihidangkan langsung diatas mangkuk dan sangat pas disruput saat berbuka puasa.
Bagi warga Kecamatan Manyar, kolak srikaya sudah tidak asing lagi. Menu buka puasa atau takjil ini selalu dihidangkan hanya untuk Bulan Ramadan. Menu yang berisi kuah santan manis, serta roti tawar, ditambah bubur mutiara dan irisan pisang raja menambah daya tarik penikmatnya.
Fatimah (48) warga Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik menuturkan, dirinya sudah lama berjualan kolak srikaya untuk buka puasa. Perempuan yang memiliki dua cucu ini mengaku sudah lama membuat menu srikaya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kuliner”]
“Saya mempersiapkan membuat ini sejak pukul 14.00 wib. Bahan-bahannya sudah tersedia lalu dicampur dimasak hingga aromanya tercium sampai mendidih,” ujarnya, Minggu (17/04/2022).
Dia mengaku hanya berjualan kolak srikaya di Bulan Ramadan saja. Selain diperjualbelikan, dirinya juga menyuguhkan buat anak serta cucunya di rumah. Satu bungkus plastik dijual mulai dari harga Rp 3.500 hingga 5.000. “Masaknya hanya bulan puasa saja. Sebab, sudah khas dari dulu seperti itu. Bulan-bulan lain ya nggak ada,” tutur Fatimah.
Fatimah menambahkan, dirinya tidak banyak menjual srikaya yang dibuatnya. Beberapa diantaranya masih ada di mangkuk kecil di ruang tamu. Sebagian telah dibungkus rapi menggunakan cup plastik, berjajar dengan makanan takjil lainnya di depan rumah. “Sebagian biar dimakan cucu. Yang lain dijual,” imbuhnya sambil tersenyum.
Ia menjelaskan tidak sulit membuat srikaya. Pasalnya, bahan-bahannya sederhana dan tidak butuh waktu lama memasaknya.
Untuk membuat 12 porsi kolak srikaya, hanya butuh 1 buah kelapa untuk santan, 750 gram gula pasir, 2 buah telur, 2 liter air, beberapa irisan pisang, daun pandan, serta roti tawar dan bubur mutiara. Untuk satu porsi cup plastik kecil Rp 3.500 sedangkan cup plastik besar dirinya menjualnya seharga Rp 5.000. “Setiap hari saya cuma membuat 50 buah saja. Kebanyakan dibeli orang untuk dibuat takjil di masjid serta musola,” paparnya.
Salah satu pelanggan kolak srikaya Yudhi warga Manyar menyatakan dirinya sudah lama menyukai makanan ini yang cuma ada di Bulan Ramadan. Rasanya yang manis dan harganya sangat terjangkau menu ini selalu dicari sewaktu menjelang berbuka puasa.
“Rasanya manis dan pas buat hidangan berbuka puasa. Di daerah lain tidak ada cuma ada di Manyar Gresik. Patut dicoba dijamin maknyus,” pungkasnya. [dny/kun]






