Magetan (beritajatim.com) – Pengrajin janggelan atau cincau hitam Magetan raup untung besar saat Ramadan kali ini. Kapasitas produksi mereka naik hingga 28 kali lipat dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Salah satu pengrajin cincau hitam Magetan, Suwarni, mengatakan kapasitas produksi yang bisa dia hasilkan pada hari biasa mencapai 50 ember. Ketika Ramadan, dia bisa memproduksi hingga 1.400 ember dalam sebulan, dengan kemampuan produksi rata-rata 200 ember per hari.
”Kenaikannya tinggi kali ini. Kami produksi tiap hari. Per hari habis satu kuintal bahan cincau, cukup untuk 200 ember,” kata Suwarni, Jumat (15/4/2022).
Adanya peningkatan permintaan yang drastis membuat Suwarni harus mengerahkan anggota keluarganya sebagai tenaga tambahan. Baik untuk produksi maupun pengemasan agar bisa mencukupi permintaan konsumen.
Saat ini dia masih membatasi maksimal produksi per hari tak lebih dari 500 ember. Lantaran tenaga yang tidak bisa diperbanyak lagi, dia terpaksa menolak pesanan dari luar kota atau perlu menunggu.
”Bukan hanya dari warga Magetan, tapi banyak juga yang dari Bojonegoro, Ngawi dan Madiun. Banyak yang harus kami tolak atau perlu menunggu,” kata Suwarni.
Tetapi, harga cincau hitam ini tak mengalami kenaikan. Suwarni menjelaskan harga per ember kecil dibanderol Rp25 ribu, sedangkan ember besar Rp 50 ribu.
Bahan bakunya sendiri, kata Suwarni, tidak mengalami kenaikan harga. Sehingga dia dapat mengkalkulasi berapa banyak cincau hitam yang bisa diproduksi.
”Saya mendatangkan bahan baku dari Pacitan dan Ponorogo, nyari di hutan daun cincau ini juga naik, sehingga meski sat ini banyak pesanan harganya tetap,” kata Suwarni.
Untuk diketahui, cincau hitam jadi salah satu bahan olahan yang mirip agar-agar. Biasanya dijadikan pelengkap minuman berupa es dawet, es campur ataupun minuman yang lainnya.
Minuman bercincau cukup populer saat Ramadan. Utamanya dijadikan menu berbuka puasa. Sehingga, banyak sekali konsumen yang membutuhkan cincau. (fat/beq)






