Magetan (beritajatim.com) – Puluhan relawan untuk membantu jajaran satgas Covid-19 Magetan terancam tidak diperpanjang kontrak.
Rendahnya kasus Covid-19 berikut kontrak yang berakhir pada April 2022 membuat mereka harus mengakhiri pekerjaan sebagai relawan. Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19 Magetan Ari Budi Santosa mengungkapkan kemungkinan tak memperpanjang kontrak para relawan Covid-19 cukup tinggi.
Sebab kini sebaran Covid-19 sudah tidak setinggi tahun lalu. Bahkan, tempat isolasi di RSUD dr Sayidiman tak seramai dulu.
”Jadi ada kemungkinan kalau kontrak mereka tak akan diperpanjang. Kontrak mereka berakhir April 2022 ini. Direkrut sejak Juli tahun kemarin. Karena pertimbangan tingginya kasus. Tapi kini kan kasus Covid di Magetan sudah landai,” kata Ari pada beritajatim.com, Kamis (14/4/2022)
Dia menyebut ada beberapa posisi relawan Covid-19 yang mungkin kontraknya tidak diperpanjang misal tenaga profesional kesehatan, seperti dokter dan perawat.
Namun, pihaknya tak mungkin andil langsung dalam proses tersebut. Karena tetap menyesuaikan dengan kebutuhan di RSUD dr Sayidiman Magetan ataupun Labkesda, tempat para relawan membantu.
”Kalau di BPBD Magetan sebanyak tiga orang relawan mungkin akan teyap dibutuhkan. Sehingga, ada kemungkinan kontraknya diperpanjang. Tim Pusdalops BPBD maupun TRC tak bisa double job, karena ini berkaitan dengan administrasi rekomendasi pelaksanaan kegiatan masyarakat dari Satgas Penanganan Covid-19,” kata Ari.
[berita-terkait number=”4″ tag=”relawan-covid”]
Ari menyebut, kemungkinan perpanjangan kontrak para relawan mungkin tak akan diajukan lagi oleh BPBD Magetan selaku garda terdepan di satgas Covid-19. Sesuai dengan dimana tempat relawan membantu maka, satuan kerja atau OPD itulah yang harus mengajukan. Utamanya terkait anggaran untuk menggaji mereka.
”Kami akan serahkan ke RSUD, dan mungkin Dinas Kesehatan karena mereka yang membutuhkan tenaga relawan lebih banyak ketimbang kami di BPBD,” katanya. (fiq/ted)






