Madiun (beritajatim.com) – PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mengebut pengerjaan desain gerbong kereta klasik untuk Kawasan Kuliner Bogowonto Madiun. Saat ini, INKA masih berburu sejumlah kereta klasik sebagai bahan pembuatan gerbong.
Senior Manajer Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dan Stakeholder Relationship INKA, Bambang Ramadhiarto, mengungkapkan desain gerbong hingga saat ini masih berproses. Ini mengingat kereta yang digunakan berbeda dengan alat transportasi saat ini.
“Kereta ini beda dengan kereta penumpang biasa, jadi kami berusaha agar desain kereta tetap antik dan artistik,” ujar Bambang, Rabu (13/4/2022).
Menurut Bambang, gerbong harus memenuhi kebutuhan pelanggan serta tetap nyaman untuk kereta makan dan kereta rapat VIP. Karena itu, pihaknya butuh waktu lama untuk menyelesaikan desain gerbong tersebut.
Belum lagi, komponen-komponen yang bisa dipakai juga masih dikumpulkan. Gerbong pun dapat segera dibuat jika desain sudah rampung.
“Jadi sambil proses pembuatan desain, kami juga mulai mengumpulkan komponen-komponen. Prinsipnya, semua on progres,” kata Bambang.
Proses pembangunan Kawasan Kuliner Kereta Bogowonto terus dikebut. Pemerintah Kota Madiun saat ini telah mengembalikan keberadaan rel yang sudah puluhan tahun tertutup aspal
Tahap selanjutnya yaitu pengadaan lokomotif dilengkapi kereta makan dan rapat VIP. Saat ini, rangkaian kereta ini masih dalam pengerjaan.
Sebagai catanan, pembangunan Kawasan Kuliner dalam Kereta Bogowonto melibatkan sejumlah pihak. Pemkot Madiun menggandeng sejumlah institusi, mulai dari INKA, PT KAI (Persero), serta Pabrik Gula Redjo Agung.
Destinasi kuliner dalam kereta ini tidak didesain untuk berjalan melainkan diam di lokasi. Sementara keberadaan rel dipertahankan untuk memberikan kesan heritage attau bersejarah.
Pekerjaan pengadaan rel diserahkan kepada KAI. Pengadaan gerbong menjadi kewenangan INKA, sedangkan lokomotif yang dipakai merupakan sumbangan dari PG Redjo Agung.
Gerbong tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat kuliner. Bisa juga untuk rapat atau pertemuan. Diharapkan tempat ini akan menjadi destinasi wisata yang digemari warga Madiun maupun dari daerah lain. (fiq/beq)






