Surabaya (beritajatim.com) – Aksi tawuran yang melibatkan puluhan pemuda kembali terjadi di kota Surabaya.
Terbaru, bentrok dua kelompok terjadi di Jalan Ngaglik, Selasa (12/04/2022) sekitar pukul 03.08 WIB. Bentrok antar kedua kelompok hanya terjadi singkat, saat anggota polisi datang kedua kelompok telah membubarkan diri.
Rudi (34) salah satu saksi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di tengah-tengah jalan raya, dekat dengan rel kereta api. Selain itu para pemuda yang terlibat tawuran tersebut juga terlihat membawa senjata tajam dan besi.
“Tadi saya lihat sepertinya ada yang bawa sajam, pentungan dan juga petasan dan dari sini juga terlihat kobaran api dan asap,” ujar Rudi.
Dari informasi yang dihimpun beritajatim, bentrok antar pemuda tersebut berasal dari pemuda asal Krampung dan Pemuda asal Ngaglik.
“Mereka saling lempar batu juga, memang kejadiannya tidak terlalu lama antara 5 sampai 15 menit saja setelah itu mereka membubarkan diri masing-masing,” bebernya.
Dari keterangan rudi, aksi tawuran di jalan Ngaglik sudah beberapa kali terjadi. Namun, pada Minggu belakangan ini telah terjadi hampir 4 kali aksi serupa terjadi.
“Kurang lebih sudah 3 sampai 4 tawuran itu terjadi saat puasaan ini. Sampai tadi waktu saya bersama keluarga akan makan sahur terdengar teriakan gitu akhirnya saya keluar rumah,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tawuran-antar-geng”]
Dari pantauan beritajatim, usai tawuran, di lokasi tersebut banyak tercecer bebatuan hingga terdapat sebuah kotak bekas terbakar. Selain itu juga terdapat sekelompok pemuda sedang berjaga di lokasi tersebut dengan dugaan menunggu adanya aksi serupa.
Sementara itu, ketika Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Sutrisno bersama anggotanya datang ke Jalan Ngaglik, tidak menemukan kedua kelompok pemuda yang sedang bentrok.
“Nihil mas tidak ada saya sama tim langsung ngecek di lokasi,” pungkas Sutrisno. (ang/ted)






