Ponorogo (beritajatim.com) – Gedung pasar lanang di Pasar Legi Selatan kosong. Ya, karena seluruh pedagangnya sudah pindah ke bangunan baru Pasar Legi. Rencananya, bangunan 2 lantai itu bakal dirobohkan. Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) lewat BPPKAD sedang menghitung appraisalnya.
“Nanti kalau sudah ada nilainya, akan segera dilelang. Kan itu ada barang-barang yang masih bisa dijual,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono, Selasa (12/4/2022).
Setelah dirobohkan dan sudah rata dengan tanah, lahan tersebut bakal dibangun kembali. Rencana disitu akan dibangun mal pelayanan publik. Tahun ini, diusahakan sudah melakukan pembangunan tahap satu.
“Eks pasar Lanang ini bakal dijadikan mal pelayanan publik. Tahun ini harapannya sudah pembangunan tahap satu, namu konsentrasi kita paling tidak di tahun 2023,” ungkap mantan pejabat asal Madiun itu.
Sementara sampai bangunan mal pelayanan publik ini selesai dibangun di eks lahan pasar Lanang, mal pelayanan publik di Ponorogo City Center (PCC) masih tetap berjalan atau beroperasi. Nantinya, di gedung baru mal pelayanan publik, layanannya lebih lengkap, sebab tempatnya yang besar.
“Jenis layanannya pasti ditambah, mungki pelayanan pajak kendaraan, ada pula pihak perbankan nantinya juga minta dikasih space,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Untuk diketahui, awal tahun lalu, Pemkab Ponorogo sudah menerapkan pelayanan terpadu satu pintu. Yakni dengan membuat mal pelayanan publik yang berada di mal PCC. ngan harapan, nantinya masyarakat yang ingin mengurus segala perizinan tidak pontang-panting kesana-kemari. Namun, bisa satu tempat dan cepat selesai.
“Tujuannya ya biar terpadu, biar masyarakat tuntas di satu pintu dan satu atap,” kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Teknisnya segala instansi pelayanan, dan front office-nya di mal PCC. Sedangkan untuk back office tetap di gedung instansi yang bersangkutan.
“Di PCC lebih dingin, masyarakat antri perizinan sambil ngemal, kan asik,” katanya. [end/but]






