Lamongan (beritajatim.com) – Sepekan Ramadan, geliat penyedia jasa penukaran uang mulai marak. Sejumlah penyedia jasa penukaran uang swasta mulai terlihat di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan.
Sedari pagi, para penyedia jasa tukar uang tersebut sudah mulai menempati sejumlah titik. Mereka sengaja melakukan ini agar masyarakat banyak yang tahu akan keberadaan mereka.
“Sebenarnya saya sudah buka sejak awal Ramadan ini, Mas. Biar masyarakat banyak yang tahu dan menukarkan uangnya ke sini,” ungkap Bairi, salah satu penyedia jasa tukar uang di Jalan Basuki Rahmat, Sabtu (9/4/2022).
Bairi juga mengaku sudah menekuni profesi sebagai penukaran uang ini selama 15 tahun. Ia berharap, Ramadan tahun ini akan mendapatkan banyak cipratan berkah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Terhitung, meski Ramadan baru sepekan, Bairi berkata, sudah ada banyak warga yang antusias untuk menukarkan uang. “Tahun ini, warga sudah banyak yang menukarkan uangnya dibandingkan tahun lalu, mungkin karena pandemi mereda,” katanya.
Dalam setiap transaksi penukaran uang, diketahui bahwa Bairi mengambil 10 persen keuntungan. Bairi mengungkapkan, nominal uang yang paling diminati warga yakni pecahan uang Rp2.000, sebanyak Rp100 ribu.
Lebih lanjut, imbuh Bairi, usaha jasa tukar uangnya ini akan sangat ramai didatangi para penukar pada hari-hari mendekati lebaran.
“Pertengahan sebenarnya sudah ramai, tapi paling ramai ya malam 21 Ramadan ke atas. Rata-rata yang tukar sih Rp 500 Ribu sampai Rp 1 juta,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ardi, salah satu warga asal Kecamatan Kalitengah yang menukarkan uangnya menuturkan, bahwa ia sudah lebih dulu menukarkan uangnya karena khawatir akan sulit mendapat pecahan uang jika harus menunggu di akhir Ramadan nantinya.
“Ya, pengen nukar uang mas, buat angpau, hadiah untuk keponakan dan anak-anak kecil di kampung. Biar mereka senang, karena uangnya juga baru,” ucap Ardi. [riq/beq]






