Surabaya (beritajatim.com) – Usia seseorang tidak menentukan bahwa orang tersebut sudah dewasa secara mental. Bisa jadi mereka yang berusia di atas 25 tahun, yang notabene sudah bisa berfikir secara matang menghadapi permasalahan, justru masih terkesan kekanak-kanakan.
Meski begitu, ternyata banyak orang tak menyadari bahwa dirinya demikian. Padahal untuk mengetahui bahwa seseorang memiliki mental belum dewasa bisa dilihat dari tanda-tanda berikut ini;
Kerap menunda
Seseorang yang punya mental belum dewasa pada dasarnya kerap menunda-nunda pekerjaan. Bahkan ia cenderung bermalas-malasan dalam melakukan sesuatu yang sebenarnya perlu diprioritaskan. Hal ini terlepas dari banyak atau sedikitnya waktu yang bisa dilakukan.
Banyak mengeluh
Alih-alih mencoba untuk segera menyelesaikan dengan baik, ia justru lebih banyak mengeluh. Bahkan sering kali sesuatu yang dikeluhkan justru hal yang belum pernah ia kerjakan. Ia juga beranggapan bahwa tugas dan tanggung jawab yang diberikan padanya tidak sesuai dengan apa yang ia dapatkan.
Mudah marah
Mental yang belum dewasa juga kerap membuat seseorang mudah marah. Hal ini karena ia belum bisa menanggapi sesuatu dengan bijak, bahkan cenderung tidak sabaran dan sensitif dengan hal-hal kecil. Tak ayal jika hal ini juga sangat mempengaruhi emosinya.
Enggan mendengar
Selain mudah marah, nyatanya seseorang dengan mental belum dewasa juga cenderung enggan untuk mendengarkan. Terlebih pada sesuatu yang bertolak belakang atau tidak sesuai dengan pemikirannya. Sosok ini memang cenderung lebih banyak berbicara daripada mendengarkan.
Plin plan
Kerap plin plan atau berubah-ubah dalam mengambil keputusan juga tanda seseorang punya mental belum dewasa. Hal ini karena keputusan yang diambilnya tidak benar-benar dipikirkan dalam jangka panjang.
Ia hanya menentukan sesuatu dari satu sisi semata. Tak ayal jika dalam beberapa waktu kemudian keputusannya akan berubah, bahkan sampai berkali-kali.
Mudah iri dan dendam
Mungkin karena faktor emosinya yang labil dan belum bisa menanggapi sesuatu hal dengan bijak, membuat orang-orang dengan mental belum dewasa kerap kali mudah merasa iri. Bahkan cenderung menyimpan dendam pada hal-hal yang sebenarnya sepele. (fyi/ian)






