Gresik (beritajatim.com) – Genderang perang terhadap narkoba terus digaungkan. Tidak hanya pada masyarakat umum tapi juga kalangan pelajar. Kalangan ini rentan menjadi sasaran empuk pengedar narkoba.
Agar tidak menjadi bulan-bulanan menjadi target penyalahgunaan narkoba diperlukan strategi, dan komitmen bersama dari semua pihak untuk bisa bekerja sama menanggulangi narkoba utamanya bagi generasi muda.
Data yang tercatat saat ini menunjukkan suatu hal yang memprihatinkan, dimana terdapat 4,8 juta pengguna narkoba pada usia 15-64 tahun. Hal itu ibarat fenomena gunung es yang menjadi perhatian bersama.
Kepala BNN Kabupaten Gresik AKBP Supriyanto mengatakan, dilatarbelakangi asalan itu pihaknya bersama Dinas Pendidikan dengan pemerintah daerah melakukan
penandatanganan MoU antara SMK Negeri 1 Cerme dengan instansinya.
“MoU ini bisa jadi merupakan tindakan bersama. Bahwa, memberantas penyalahgunaan narkoba harus bersinergi tidak bisa berjalan sendiri dan dimulai dari lingkungan sekolah serta keluarga,” katanya, Jumat (8/04/2022).
Perwira menengah Polri itu menuturkan, dirinya menghimbau jangan sampai generasi muda khususnya pelajar di SMKN 1 Cerme menyentuh narkoba.
“Adik-adik adalah generasi penerus bangsa, generasi yang kita harapkan supaya Indonesia maju dan lebih baik lagi,” tuturnya.
Sementara Fandi Akhmad Yani selaku Bupati Gresik dihadapan siswa dengan logat Bahasa Gresik’an menyatakan sebagai orang Gresik, kita katakan ‘Narkoba Iku Yo Dak Eson Banget’. Jauhi narkoba, tidak ada negosiasi, tidak ada kompromi kalau benar-benar ingin sehat, ingin cerdas.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Bupati milenial itu menambahkan, selain mengisi kegiatan sehari-hari dengan kegiatan yang positif. Faktor lingkungan rumah dan sekolah bagi pelajar mempunyai pengaruh yang besar dalam menangkal penyalahgunaan narkoba.
“Bukan hal baru bahwa teman sangat mempengaruhi sifat seseorang. Yang punya hobi sepakbola pasti juga akan berteman dengan mereka yang suka sepakbola. Kalau di sekolah, keterbukaan antara murid dan guru lah kuncinya. Dengan keterbukaan, murid bisa dengan terbuka menyampaikan semua masalahnya tanpa takut,” imbuhnya. [dny/but]






