Surabaya (beritajatim.com) – Meski terlihat menyenangkan dan penuh keromantisan, menjalani hubungan asmara nyatanya bukan hal yang mudah. Setiap orang tentunya mendambakan hubungan yang harmonis, damai, dan mesra sepanjang waktu.
Nyatanya untuk mencapai titik itu diperlukan proses yang panjang, mengingat menjalin hubungan artinya menyatukan dua orang, dua pikiran, dan dua kepribadian yang berbeda.
Rasa cinta tentu bergandengan dengan perasaan-perasaan lainnya, seperti sakit hati, pahit, karakter yang berbeda, atau prinsip yang tak sejalan. Hal tersebut lumrah terjadi saat kalian memiliki pasangan.
Namun, bukan berarti kalian tak bisa melaluinya. Dibutuhkan komitmen yang kuat untuk menjalani 5 fase yang terjadi dalam hubungan di bawah ini. Apa saja fase tersebut? Simak baik-baik agar kalian dan pasangan bisa melewatinya dengan baik pula.
1. Attraction (Ketertarikan)
Fase ini merupakan awal dari sebuah hubungan, di mana yang terlihat di mata kita hanyalah sisi baik dari pasangan. Merasa kasmaran dan dimabuk cinta, kalian merasa pasangan adalah orang yang sempurna.
Bahkan itu akan membuat kalian merasa cocok dan memiliki banyak kesamaan dengan pasangan. Namun itu menandakan kalian belum mengenal pasangan terlalu dalam, hanya sebatas kebiasaan, hobi, atau orang-orang terdekatanya.
2. Reality (Kenyataan)
Memasuki fase kedua, kalian mulai melihat sisi lain dari si doi. Kekurangan dan sifat aslinya mulai tampak. Tak jarang masalah-masalah kecil semakin bermunculan. Rasa sayang masih begitu besar, namun kalian dihantui rasa keraguan karena menemukan hal-hal yang tak disukai dari si dia.
3. Anger (Kegusaran)
Fase ini menjadi fase yang paling berat diantara keempat fase lainnya. Rasa ketidak cocokan menjadi semakin besar, permasalahan pun lebih banyak diselimuti dengan emosi karena jalan tengah yang belum bisa ditemukan.
Hal-hal kecil yang seharusnya sepele bisa menjadi pertengkaran besar, tak akan selesai karena masing-masing masih mengedepankan ego. Jika tak memiliki komitmen yang kuat, jangan harap kalian akan selamat dari fase ini. Banyak hubungan yang kandas karena tak mampu melewati masa-masa sulit ini.
4. Acceptance (Penerimaan)
Sudah melewati tahap anger? Maka selamat karena kalian telah berhasil dan akan memasuki masa yang lebih baik. Karena pada fase ini, kalian sudah memahami dan menerima bahwa pasangan bukanlah orang yang sempurna, begitupula dengan diri kalian sendiri.
Kekurangan yang ada pada diri pasangan sudah bisa kalian terima. Alih-alih meninggalkannya, kalian justru akan melengkapinya. Sikap saling kompromi menjadi jalan tengah di antara permasalahan yang ada.
Kalian dan pasangan akan menjadi orang yang lebih dewasa dengan hubungan yang lebih sehat. Menyelesaikan konflik pun akan lebih tepat tanpa perlu mengeluarkan emosi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pasangan”]
5. Commitmen (komitmen)
Setelah melewati keempat fase hubungan asmara di atas, kalian akan semakin sadar bahwa benar pasangan tersebut adalah orang yang kalian butuhkan. Begitu pula dengan pasangan yang merasakan hal yang sama.
Komitmen semakin dalam, masing-masing percaya bisa menghadapi naik turunnya kehidupan bersama. Jika sudah yakin, dari sini kalian bisa memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius dengan si dia.
Perlu diingat bahwa setiap hubungan tak selamanya indah dan selalu di atas. Akan ada kerikil-kerikil kecil yang menjadi ujian dan jika kalian melewatinya, artinya kalian telah lulus dan akan menjadi pasangan yang lebih kuat lagi. (mnd/ian)






