Surabaya (beritajatim.com) – Ketika seseorang ingin mengakhiri hubungan, tanpa sadar ia mengirim tanda-tanda kepada pasangannya.
Untuk mengidentifikasi tanda-tanda itu, kita bisa melakukan cara pengamatan sederhana melalui tingkah lakunya.
Demi mempermudah hal ini, YooBin Park, seorang pakar psikologi telah membagikan tulisannya yang terkenal kepada harian publikasi New York Times.
Berikut tanda-tanda pasangan yang ingin mengakhiri hubungan, menurut YooBin Park.
Yoobin Park dkk (2021), membuat penelitian sederhana yang membuktikan bahwa, kurangnya keintiman dalam sebuah hubungan mengakibatkan kemungkinan hubungan berakhir.
Hubungan romantis yang sehat berisi berbagai unsur keintiman, seperti saling terhubung, cinta, dan saling menunjukkan afeksi (perasaan, perlakuan istimewa, perlindungan, dan lain sebagainya).
Sedangkan hubungan yang segera berakhir, biasanya menunjukkan tanda-tanda sebaliknya. Namun perlu digaris bawahi, tanda-tanda yang dimaksud bukan dinilai dari perkataan yang diucapkan saja. Melainkan cara seseorang memperlakukan pasangannya dan bagaimana dia menunjukkan hal itu kepada orang-orang di sekitarnya.
Dengan kata lain, jika seseorang telah merasakan pasangannya berpindah secara emosional, ia mungkin merasakan tanda-tanda itu.
Lebih lengkapnya berikut tanda-tanda pasangan ingin segera mengakhiri hubungan:
1. Mulai membangun batasan
Jika pasangan kamu mulai menarik diri dengan membangun tembok pembatas, kemudian berusaha memberi jarak maka ia sedang berusaha terlepas dari hubungan.
Hal ini dapat terjadi secara fisik, seperti saat pasangan lebih memilih menghabiskan lebih banyak waktu di ruangan yang berbeda, atau secara emosional, melalui penurunan tingkat interaksi dan berbagi informasi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”hubungan”]
2. Ogah menunjukkan kasih sayang
Jika pasangan sudah kehilangan minat pada keintiman dan romansa, kemungkinan besar ia sudah tidak lagi mencintaimu.
Kecuali jika perubahan itu disebabkan oleh faktor lain, seperti diagnosis kesehatan, sedang terpuruk, kehilangan pekerjaan atau orang yang dicintai, yang dapat dikaitkan dengan depresi. Ketika pasangan sudah tidak ada minat menunjukkan kasih sayang, seringkali hal itu merupakan tanda bahwa hubungan mengalami goyah.
3. Lebih suka menghabiskan waktu untuk bersosialisasi daripada dengan pasangan
Seseorang yang lebih tertarik untuk bertemu orang baru atau menghadiri acara sendirian, memungkinkan menunjukkan preferensi untuk melajang.
Jika mengalami situasi ini, kamu bisa langsung menanyakan alasannya. Mengapa pasangan tidak ingin melibatkan kamu saat bersosialisasi dengan teman-temannya.
4. Memulai Bab Baru
Jika hubungan tanda-tanda tersebut terjadi pada kami. Ingatlah bahwa hubungan yang gagal bukanlah akhir dunia, melainkan bisa menjadi awal dari babak baru dalam hidup.
Namun perlu digaris bawahi, bahwa tanda-tanda di atas bukan serta merta menjadi acuan yang seratus persen benar terhadap hubungan romantis seseorang. Tetap ambil pendapat pasangan dan diskusikan apapun masalah yang terjadi. (Kai/ian)






