Surabaya (beritajatim.com) – Anak-anak tentu perlu untuk diajarkan berpuasa. Meski begitu tidak perlu terburu-buru, atau bahkan sampai memaksanya.
Agar bisa puasanya sempurna, tentu anak-anak memerlukan waktu yang mungkin tidak singkat. Yang diperhatikan oleh orang tua hanya perlu sabar dan konsisten dalam membimbingnya.
Mungkin masih banyak orang tua yang bingung, mulai kapan anak-anak seharusnya belajar berpuasa? Puasa yang di ajarkan terlalu dini mungkin tak akan membuat anak bisa langsung menerimanya.
Meski sebenarnya anak-anak muslim mulai diwajibkan berpuasa ketika mereka sudah balig, namun melatihnya sejak dini sangat diperlukan. Karena tidak mudah jika harus menahan makan dan minum belasan jam, terlebih jika tanpa adanya latihan.
Mungkin saat anak-anak masih balita, orang tua bisa mengenalkan tentang waktu sahur dan berbuka. Kemudian ketika mereka memasuki usia sekolah dan sudah mengerti makna dan tujuan berpuasa, barulah dilatih untuk puasa.
Sebagai awalan, puasa bisa dilakukan setengah hari. Kira-kira saat adzan dhuhur mereka diperbolehkan minum dan makan, kemudian barulah dilanjutkan berpuasa lagi sampai magrib atau waktu berbuka.
Hingga bertambahnya usia mereka, maka durasi berpuasa pun bisa lebih ditingkatkan. Hingga berjalannya waktu, anak akan mulai terbiasa berpuasa penuh.
[berita-terkait number=”3″ tag=”puasa”]
Ketika melatih anak berpuasa orang tua perlu memperhatikan kesehatan fisik mereka. Jangan sampai anak mengeluhkan kepala pusing, sakit perut, atau sejenisnya. Jika mereka dirasa tidak mampu, biarkan saja. Ajarkan lagi di lain waktu.
Meski begitu, sebagai orang tua tentu tidak sekadar mengajarkan perihal manfaat dan tujuan berpuasa pada anak. Namun, perlu juga mengimbanginya dengan memberikan bekal nutrisi di saat makan sahur maupun berbuka. (fyi/ian)






