Surabaya (beritajatim.com) – Kanada berhasil mengamankan satu tiket ke putaran final Piala Dunia 2022 setelah menang 4-0 dari Jamaika di laga kesembilan kualifikasi zona CONCACAF. Tersisa 1 laga, Kanada sudah berada di puncak klasemen dengan torehan 28 poin, unggul 3 poin dari 2 pesaing terdekat yaitu Amerika Serikat dan Meksiko.
Kabar bahagia ini tentu jadi hal yang spesial, usai 36 tahun penantian. Sebab, kali terakhir sekaligus pertama Timnas Kanada berlaga di Piala Dunia yaitu pada edisi Meksiko tahun 1986 silam.
Saat itu, timnas berjuluk ‘La Rogue’ masuk ke grup C bersama Uni Soviet, Prancis, dan Hongaria. Ketika lolos, Kanada ada di ranking FIFA yang paling bawah, dan tidak heran jadi lumbung gol kontestan lain. Kanada kalah 3 kali tanpa mencetak satupun gol.
Di era 2000-an, sepakbola Kanada masih tertinggal. Mereka memang sempat juara Piala Emas CONCACAF tahun 2000, namun itu hanya modal beruntung saja. Mandeknya prestasi Timnas pria Kanada berjalan lurus dengan Timnas wanita.
Mereka pun hanya jadi pelengkap di berbagai kompetisi. Hingga akhirnya, tahun 2011, muncul pria dari Inggris bernama John Herdman. John mengambil alih kursi kepelatihan tim wanita pada usia 36 tahun kala itu.
Peristiwa itu jadi titik balik, John lanjut menukangi tim wanita Kanada sampai 2018 lalu. Ia mempersembahkan 2 piala dan 2 perunggu Olimpiade. Satu hal yang bikin John spesial adalah sikap menuntutnya. John selalu ingin yang terbaik dari anak asuhnya, tidak mudah puas, dan penuh wibawa.
Melihat progres tim wanita Kanada yang bagus saat diasuh John, pihak FA Kanada (CSA) sepakat untuk mengangkat dirinya jadi manajer baru Timnas pria, sejak Januari 2018. John tidak hanya menangani tim senior saja, namun jadi direktur Timnas pria bagi seluruh kelompok usia, mulai dari U-14.
John lantas membuktikan semuanya. Pada 2021, ranking FIFA Kanada melesat, dari peringkat 72 naik ke 40. John mengangkat derajat Kanada ke level tertinggi dengan manajemen yang baik. Ia berhasil bisa memainkan pemain senior seperti Atiba Hutchinson dengan pemain muda seperti Alphonso Davies dan J. David. [dan/esd]






