Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember (Unej) melepas 72 orang mahasiswa dari enam fakultas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (KKN-MBKM) UNEJ Membangun Desa (UMD), di auditorium kampus, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (2/4/2022).
Pelepasan mahasiswa ini dilakukan Rektor Iwan Taruna bersama Bupati Hendy Siswanto. “Saya bahagia. Unej ini kan potensi aset Kabupaten Jember. Dengan menurunkan mahasiswanya, kami sangat terbantu. Justru kalau Pemkab Jember tidak menyambut ini, rugi besar. Peluang ilmu untuk diterapkan di desa itu ada, apa saja, jurusan apa saja,” kata Hendy.
Para mahasiswa ini akan diterjunkan di delapan desa di delapan kecamatan hingga 30 Juni 2022. Lokasi KKN itu adalah Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah, Desa Arjasa Kecamatan Arjasa, Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi, Desa Lengkong Kecamatan Mumbulsari, Desa Sidodadi Kecamatan Mayang, Desa Sukojember Kecamatan Jelbuk, Desa Panti Kecamatan Panti, dan Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji.
Iwan mengatakan, KKN tematik yang dikaitkan dengan Unej Membangun Desa ini baru pertama kali dilaksanakan. KKN tematik iini setara dengan perkuliahan 20 sistem kredit semester (SKS). “Di semester ini mereka tidak ada kegiatan lain selain KKN. Kalau dulu kan hanya satu bulan. Sekarang satu semester penuh,” katanya.
Para mahasiswa KKN ini diharapkan membantu kebutuhan masyarakat Kabupaten Jember. Mereka dibekali secara komprehensif. “Mereka tidak hanya sekadar di disiplin ilmunya, tapi harus bisa mengarungi samudera permasalahan yang ada di desa. Desa sebagai real laboratory, mereka belajar melakukan edukasi dan memberi manfaat. Nilai tambahnya di situ,” kata Yuli Witono, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unej”]
Mereka akan melaksanakan KKN dengan tema pengembangan kewirausahaan dan usaha mikro kecil menengah, pengembangan potensi pesantren, pengembangan potensi masyarakat desa terpadu, pengembangan wisata desa, pengembangan potensi sekolah/PAUD, pengembangan potensi masyarakat berbasis teknologi informasi komunikasi, dan penanggulangan stunting dan sanitasi lingkungan.
Hendy menegaskan, banyak persoalan yang harus ditangani di Jember. “Maka itu harus dikeroyok bareng. Dan ini kesempatan mulia, menjadi mahasiswa-preneur. Ilmu dari desa diberikan untuk orang tua dan teman. Dan masalah di lapangan banyak,” katanya.
Hendy berharap KKN seperti ini diperluas untuk 226 desa di Jember. “Semakin banyak kami semakin siap. Kami tawarkan,” katanya.
Menurut Hendy, semakin banyak mahasiswa di Jember, perekonomian semakin bergerak. “Kalau lulus pindah ke kabupaten lain, terus terang kami rugi. Belajar di sini, kok pindah ke tempat lain. Ini awal bagaimana Jember menjadi menarik,” katanya. [wir/suf]






