Gresik (beritajatim.com) – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik mempunyai tugas yang berat. Organisasi pelaku usaha itu diminta menurunkan angka pengangguran. Pasalnya, secara nasional Kabupaten Gresik menempati urutan 8 masuknya investasi. Sementara angka pengangguran masih di angka 8 persen dari 1,31 juta penduduk.
Dari kondisi berbalik itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) meminta Apindo membantu pemerintah menurunkan angka pengangguran.
“Kalau bisa membranding Gresik tumbuh subur sebagai daerah investasi agar angka pengangguran di Gresik bisa diturunkan,” ujarnya, Sabtu (2/04/2022).
Bupati milenial itu juga meminta Apindo tidak melupakan UMKM. Sebab, dengan melibatkan para UMKM dalam aktivitas industrial juga ikut membeli produk untuk meningkatkan ekonomi menengah.
“Titip UMKM harus didorong terus, supaya ekonomi kerakyatan kembali menggeliat,” ujarnya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, banyak hal disampaikan dalam pemulihan ekonomi. Salah satunya melalui pertemuan pemimpin dunia di G-20, dimana Indonesia menjadi tuan rumah.
Isu-isu global yang dibahas di G-20 itu lanjut dia, menjadi momentum agar ekonomi bisa bangkit kembali mengingat Indonesia mampu mengendalikan pandemi covid-19 secara masiv.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
“Pertemuan di G-20 itu menjadi kunci supaya trust investor menanamkan investasi di Indonesia tumbuh lagi, dan ini akan diikuti bangkitnya pelaku usaha UMKM,” ungkapnya.
Sementara Ketua Apindo Gresik Alfan Wahyudin mengatakan, organisasinya siap mengemban apa yang disampaikan oleh Bupati Gresik.
“Kami siap mengemban amanah menurunkan angka pengangguran di Gresik. Selain itu, komunikasi antara pelaku usaha dan pekerja akan terus ditingkatkan. Langkah ini diambil agar tidak ada lagi kasus demo pekerja yang dampaknya bisa mengganggu harmonisasi,” pungkasnya. [dny/but]






