Surabaya (beritajatim.com) – Banyak masyarakat muslim yang ingin berhijrah dari hal-hal buruk ke sesuatu yang lebih baik, yang dikehendaki Allah SWT. Namun, proses untuk hijrah tentu tidak semudah yang dibayangkan. Pastinya butuh niat serta konsistensi yang kuat.
Kerap kali beberapa orang mengaku telah meniatkan diri untuk hijrah, namun tidak bisa konsisten atau dalam kurun waktu tertentu kembali ke hal-hal yang dianggap buruk. Biasanya Ini tidak lepas dari individu yang merasa ragu dan tidak yakin.
Sebenarnya ada beberapa hal yang membuat seseorang ragu untuk berhijrah, di antaranya;
Belum siap
Tak sedikit orang yang memiliki kemauan untuk berhijrah, namun nyatanya tak semuanya benar-benar siap secara mental dan lain sebagainya.
Dalam banyak kasus, yang kerap terjadi ialah harus mengubah penampilan. Jika biasanya hanya memakai pakaian terbuka, kini harus rutin dengan baju yang tertutup. Karena belum siap dan mantap, tak ayal jika di tempat umum, pemakaian hijab pun masih buka tutup.
Insecure
Selain faktor kesiapan, terkadang orang merasa ragu untuk berhijrah karena adanya rasa ketidakpercayaan diri atau insecure. Hal ini bisa terjadi karena mereka beranggapan bahwa dirinya belum pantas.
Terlebih merasa jika dosanya terlalu banyak, sehingga merasa tidak pantas diampuni Tuhan. Bisa juga insecure terhadap penilaian orang lain terhadap perubahannya.
Zona nyaman
Banyak orang yang ragu untuk berhijrah karena sedang berada dalam zona nyaman. Entah posisi kerjanya yang tidak boleh menggunakan hijab, sedang asyik mengikuti lifestyle kekinian, atau bahkan menemukan circle seru yang selama ini diharapkan.
Harapan untuk berhijrah pun tak ayal membuatnya ragu. Ia merasa sulit untuk meninggalkan lingkungannya yang dianggap lebih menyenangkan.
Meremehkan
Tak jarang pula orang yang meremehkan hijrah. Mereka berpikir bahwa hijrah bisa dilakukan nanti setelah tahun baru, usai lebaran, atau bahkan saat umur sudah mulai menginjak 50 tahunan.
Orang-orang berpikir seperti ini karena mereka lupa, bahwa ia tak pernah tahu kapan kematian menghampirinya.
Banyak juga orang yang berpikir, asal tidak merugikan orang lain, tanpa hijrah pun juga tidak apa-apa. Pahala masih bisa dicari dengan cara lain. (fyi/ian)






