Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan bakal menghadapi lawannya PSIS Semarang dalam pekan ke-34 BRI Liga 1, pada Selasa besok (28/3/2022), sekira pukul 15.15 WIB, di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali. Diketahui, laga ini juga merupakan pertandingan terakhir yang harus dijalani kedua tim.
Saat ini, PSIS Semarang berada di peringkat ke-8 dengan raihan 43 poin, yang didapat dari 10 kemenangan, 13 kali imbang, dan 10 kekalahan. Meski tak terdegradasi dan dalam kondisi aman, namun tim berjuluk Mahesa Jenar ini ingin menang dan mengakhiri kompetisi dengan kegembiraan.
Sedangkan Persela Lamongan berada di urutan ke-17 klasemen dengan raihan 21 poin dari 3 kemenangan, 12 imbang dan 18 kali menelan pil pahit kekalahan. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini dipastikan turun kasta ke Liga 2 pada musim depan.
Menanggapi hal tersebut, karteker Pelatih Persela, Ragil Sudirman, tak kuasa menahan kesedihannya. Pasalnya, selain dipastikan degradasi, Persela juga belum mampu mengakhiri catatan buruknya, yakni 24 kali laga tak pernah menang secara beruntun.
Oleh sebab itu, di laga perpisahan melawan PSIS besok, Ragil bersama seluruh pemain Persela mengaku akan berupaya sekuat tenaga untuk tampil maksimal dan menutup kompetisi dengan kemenangan.
“Bisa dikatakan kalau kita main terakhir di liga 1, kalau dibilang sedih ya sangat sedih sekali, tapi kita nggak boleh berlarut-larut,” ujar Ragil, saat konferensi pers jelang pertandingan, Senin (28/3/2022).
Selain itu, Ragil menegaskan, bahwa Laskar Joko Tingkir akan siap menghadapi PSIS dengan kepala tegak dan akan mempersembahkan hasil positif bagi warga Lamongan dalam laga terakhirnya di Liga 1.
“Untuk pertandingan besok lawan PSIS Semarang, saya sudah persiapkan, anak-anak sudah siap main. Yang perlu saya tekankan, anak-anak besok tetap main fight,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persela”]
Tak sekadar ingin mengakhiri kompetisi dengan kemenangan, Ragil juga menyebut, akan memberikan kesempatan kepada pemain yang jarang mendapatkan menit bermain dalam laga besok kontra Mahesa Jenar.
“Saya juga mau memberikan kesempatan pemain-pemain muda, yang belum pernah main, Insya Allah akan saya mainkan,” terangnya.
Dalam catatan, PSIS Semarang lebih unggul dibanding Persela. Terbukti dari 5 laga terakhir yang dijalani di Liga 1 sejak 2018, PSIS mampu menjinakkan Persela sebanyak 4 kali, sedangkan sisanya berakhir imbang.
Mengetahui kekuatan calon lawannya tersebut, Ragil menyampaikan, jika timnya akan lebih waspada dan disiplin. “PSIS Semarang tim yang bagus, punya pemain bagus, kerjasama timnya juga bagus. Jadi kita kasih motivasi ke pemain, kita harus main disiplin,” pungkasnya.[riq/ted]






