Blitar (beritajatim.com) – Babak pertama pertandingan Gresik United vs Persela Lamongan yang digelar di Stadion Supriyadi Kota Blitar masih sama kuat. Hingga paruh waktu skor kacamata atau 0-0 masih bertahan untuk kedua tim.
Saling jual beli serang terjadi dibabak pertama, Laskar Joko Samudro yang bertindak sebagai tuan rumah, mencoba mencuri gol ke gawang Persela Lamongan. Namun serangan Gresik United masih belum bisa menembus tembok kokoh Persela Lamongan.
Zulham Zamrun dan kawan-kawan pun tidak tinggal diam. Sesekali Laskar Joko Tingkir melakukan serangan balik yang cukup mengancam Gresik United. Namun hal itu juga belum bisa membuahkan gol bagi Persela Lamongan. Skor kacamata pun bertahan hingga turun minum babak pertama.
Laga Gresik United vs Persela Lamongan ini merupakan partai tunda lanjutan Liga 2. Pertandingan ini pun dilaksanakan tanpa penonton. Hal itu sebagai sanksi atas kerusuhan yang terjadi stadion Joko Samudro beberapa waktu lalu. Pihak kepolisian resort Blitar Kota sendiri menerjunkan puluhan personel untuk mengamankan jalannya pertandingan Liga 2 antara Gresik United vs Persela Lamongan.
“Kami juga melakukan pengamanan di Stadion Supriyadi yang menjadi tempat digelarnya pertandingan Gresik United kontra Persela Lamongan,” kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Danang Setyo, Rabu (06/12/23).
Total ada 97 personil gabungan TNI-Polri yang ikut mengamankan pertandingan antara Gresik United vs Persela Lamongan. Polres Blitar Kota tidak ingin kejadian kerusuhan di Gelora Joko Samudro, Gresik terulang. “Sesuai aturan tidak ada penonton, kami lakukan pengamanan di luar stadion untuk mencegah penonton yang nekat masuk,” terangnya. (owi/kun)
BACA JUGA: Lolos 12 Besar, Persela Lamongan Tetap Ngotot Menang Lawan Gresik United






