Jember (beritajatim.com) – Seorang lelaki berinisial A (23) menjadi korban pengeroyokan massa di Dusun Sulingm Desa Bagon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Senin (28/3/2022). Ada dugaan A mengalami gangguan jiwa.
Kepala Kepolisian Sektor Puger Ajun Komisaris Eko Basuki mengatakan, peristiwa bermula saat A menghentikan Arjo (45), warga setempat, yang tengah melintas dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih Nopol P 6209 RR.. “Ia langsung memukul korban,” katanya.
A kemudian membawa sepeda motor Arjo. Tentu saja Arjo berteriak minta tolong dan warga pun bergerak cepat untuk menangkap A. Tak hanya menghentikannya, sejumlah orang juga menghajar A. Tubuhnya diikat di pohon dalam keadaan terluka. Beruntung, polisi berhasil mengamankannya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
A babak belur dan sempat dirawat di puskesmas. Namun Arjo tidak menuntut secara hukum. Akhirnya A dikembalikan kepada keluarganya.
Belakangan diketahui, A kabur dari rumahnya. Selama ini ia tidak pernah keluar rumah. “Dia mau dibawa ke Rumah Sakit Jiwa di Lawang, Malang. Kok lari duluan. Ada permasalahan keluarga, tapi tidak tahu. Dia sebenarnya sudah punya istri,” kata Eko. [wir/but]





