Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro pada tahun anggaran 2022 mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Padahal tahun sebelumnya, DAK tersebut gagal salur karena keterlambaan mengirim berkas pengajuan pencairan.
Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro, Zainal Arifin mengatakan, meski mengalami gagal salur pada tahun anggaran 2021, namun untuk tahun ini Pemkab Bojonegoro masih mendapat penyaluran DAK. Bahkan nilainya lebih besar dibanding sebelumnya. “Penyaluran DAK 2022 ini justru meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp18 miliar,” ujarnya, Senin (28/3/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=””]
DAK Pendidikan senilai Rp18 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung sekolah. Zaenal mengatakan, DAK tersebut akan digunakan untuk membangun 86 satuan pendidikan. Rinciannya, untuk pembangunan gedung Sekolah Dasar (SD) ada 70 lokasi senilai Rp11,3 miliar.
Sedangkan untuk pembangunan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada di 16 satuan pendidikan dengan nilai anggaran Rp6,8 miliar. Pembangunan gedung sekolah itu dilakukan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.
Sementara diketahui, sebelumnya Disdik Kabupaten Bojonegoro gagal salur DAK dari APBN tahun 2021 sebesar Rp12,7 miliar. Gagal salur tersebut terjadi karena waktu pengajuan terlalu mepet.
Untuk bisa salur DAK tahap I Pemkab Bojonegoro sudah mendapat keringanan hingga maksimal tanggal 31 Agustus 2021 harus sudah mengupload dokumen yang telah mendapat review APIP, persetujuan BPKAD dan persetujuan Kepala Daerah. [lus/kun]






