Surabaya (beritajatim.com) – Kelengahan Persib Bandung menjadi peluang Persebaya Surabaya di babak kedua, dengan merotasi pemain tim Bajol Ijo merubah keadaan dan menahan imbang dengan hasil 1-1. Ini adalah strategi Aji Santoso untuk melawan tim bagus, bertabur bintang dan mahal seperti Persib Bandung.
Pelatih asal Malang ini menginginkan jika anak besutannya bisa bermain mendominasi dan menguasai permainan. Terbukti ketika ia merotasi pemain di babak kedua Persebaya memiliki satu peluang cetak gol atas tim maung Bandung.
“Saya cukup puas dengan cara bermain anak-anak, mereka bermain satu dua sentunan dan itu yang menyulitkan tim lawan di babak kedua karena mereka terlihat kehabisan energi. Meski tidak menang tapi kami masih dapat satu poin dan puas dengan cara main kami,”ungkap Aji Santoso.
Strategi Aji Santoso memang sedikit berbeda dibanding dengan biasanya, tanpa menurunkan striker di babak pertama dan merotasi pemain di babak kedua.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bri-liga-1”]
Ricky Kambuaya datang sebagai penyelamat kekalahan, meski kondisi pemain asal Papua ini masih belum sembuh seratus persen dari cidera.
“Saya memang sengaja menyimpan Kambuaya karena kondisi fisiknya belum 100 persen sembuh dan saya punya taktikal untuk merepotkan permainan Persib saya masukkan Kambuaya di babak kedua terbukti bisa cetak gol,”tutup Aji Santoso.
Dengan menahan imbang Persib Bandung, Persebaya kini berada di urutan nomor tiga klasmen menggeser posisi Bhayangkara FC yang berada di urutan nomor empat. Dengan perolehan 60 poin Persebaya ingin bertahan di tiga besar tim papan atas. [way/ted]






