Surabaya (beritajatim.com) – PSG kembali gagal meraih Liga Champions Eropa usai terkena comeback menyakitkan dari Real Madrid. Bermain di Estadio Santiago Bernabeu, PSG sebenarnya berhasil unggul dulu lewat aksi Mbappe.
Sebelum akhirnya Karim Benzema mencetak hattrick. Kegagalan PSG di Liga Champions ini jadi yang kesekian kalinya. Berikut ini beberapa alasan klub asal Prancis ini belum juga membawa pulang piala si kuping besar.
Kurang beruntung
Ambisi Paris Saint Germain (PSG) ketika dibeli QIA di 2012 adalah jadi penguasa Eropa. Mereka tampil di Liga Champions pada musim 2012/13 sejak terakhir kali musim 2004/05. Musim 2012/13, PSG mampu menembus perempat final, namun kalah gol tandang hingga gagal ke semifinal.
Musim selanjutnya hal serupa kembali terjadi, PSG kalah gol tandang ketika berhadapan dengan Chelsea. Hal serupa juga terjadi saat Man. United menang gol tandang dari raksasa Prancis ini di musim 2018/19.
Kejadian memalukan di UCL ketika mereka terkena comeback menyakitkan di leg kedua dengan skor 6-1 usai di leg pertama menang 4-0. Ambisi PSG guna merajai Eropa hampir terjadi pada 2019/20, namun mantan pemain mereka, Kingsley Coman mencetak gol untuk Munchen di final Liga Champions Eropa sehingga PSG kalah 0-1.
Kurang Efektif Investasi
PSG nyaris sama dengan Man. City yang dibeli investor Arab, namun masih gagal merajai Eropa. Soal transfer, Man. City lebih efektif serta efisien. Berbeda dengan PSG yang nampak terlalu berlebihan guna membeli pemain. Hal ini bisa diamati dari harga beli Neymar dan Kylian Mbappe, keduanya dibeli dengan harga 367 juta euro.
Jika dihitung sejak 2011/12, PSG sudah menghabiskan sebanyak hampir 1,4 miliar euro demi mendatangkan 48 pemain. Musim ini PSG memang untung karena mampu mendatangkan 4 pemain bintang secara gratis, namun mereka tetap saja mereka gagal di UCL.
Perkataan Ibrahimovic
Ibrahimovic jadi proyek awal ambisi klub dominan warna biru malam itu. Namun, pemain berkebangsaan Swedia itu juga belum mampu membawa PSG juara UCL. Sebagai harapan baru, PSG rela mengeluarkan merogoh kocek sebanyak 222 juta euro hanya untuk Neymar.
Alasannya Neymar ditargetkan mampu membawa PSG juara UCL 2017/18. Mendengar hal ini,
Ibrahimovic mengatakan jika dirinya saja tak mampu, apalagi Neymar. Artinya 5 musim Neymar di PSG memang tidak membawa perubahan berarti seperti apa yang dikatakan Ibra.
Itulah beberapa faktor mengapa raksasa dari Paris itu masih sulit meraih UCL. (dan/ian)






