Surabaya (beritajatim.com) – Secara resmi, Ketua IMI Pusat Bambanh Soesatyo melantik kepengurusan IMI Jawa Timur dengan masa bakti 2021-2025, Senin (7/3/2022) di Hotel Sheraton, Surabaya.
Bambang “kapten” Haribowo untuk ketiga kalinya kembali memimpin organisasi otomotif terbesar di Jatim tersebut. Dia beserta jajaran pengurus dilantik langsung ketua IMI Pusat Bambang Soesatyo setelah sebelumnya mendandatangi SK kepengurusan IMI Pusat dan penyerahan pataka IMI Jatim.
Usai dilantik, Bambang mengatakan jika pembinaan olahraga sudah menjadi kewajiban semua pihak, tidak hanya pengurus cabang olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), tapi juga kewajiban pemerintah daerah.
Hal tersebut dianggap berbeda yang dialami oleh Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, mereka kesulitan melakukan pembinaan balap motor di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai membuat kebijakan diskriminasi. Karena, sesuai ketentuan Pemkot Surabaya, sirkuit tersebut hanya boleh digunakan oleh warga ber-KTP Surabaya saja.
“Sirkuit Bung Tomo harus boleh digunakan siapa pun, jangan hanya Surabaya saja,” kata Bambang saat ditemui dalam pelantikan IMI Jatim, Senin (7/3/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”moto-gp”]
Dengan adanya hal tersebut tentu akan berdampak pada pembinaan atlet yang tidak maksimal serta menambah beban biaya.
“Dampaknya kita sebagai pengprov Jatim untuk pebalap luar Surabaya susah berlatih karena tidak ada sirkuit. Seperti PON lalu kita sulit persiapan sehingga kita berlatih di Semarang,” aku Kapten.
Diketahui bahwa prestasi atlet motor Jawa Timur pada PON Papua berhasil membawa satu medali emas melalui kroser Ananda Rigi Aditya. Ananda menyumbang medali emas untuk kontingen Jawa Timur melalui cabang olahraga motocross kelas 125 cc kategori perorangan. [way/but]







