Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya kembali dikerjai oleh wasit pertandingan, di menit ke 71 wasit membuat keputusan yang merugikan tim Persebaya dimana tendangan Samsul Arif dijatuhkan di kotak pinalti Madura United namun wasit tidak menganggap sebagai pelanggaran.
Hal ini tentu membuat tim bajol ijo marah dan kecewa, bahkan protes dari pemain pun tak di hiraukan oleh sang wasit Agus Fauzan.
Melihat hal ini Aji Santoso sontak emosi, ia menilai kepemimpinan wasit sangat tidak fair, ia tak sampai hati berpikir bagaimana keputusan wasit akan kasus Samsul Arif.
Ia menyerahkan kepada masyarakat yang melihat kondisi permainan dari layar kaca, bahkan ia menceritakan posisi wasit berada di jarak 2 meter dari kejadian, otomatis ia melihat dan diyakini oleh mantan pelatih Persela Lamongan ini seharusnya Persebaya mendapatkan pinalti.
“Saya tidak habis pikir dengan insiden Samsul Arif, saya akan mencoba melihat rekaman pertandingannya. Saya sebisa mungkin untuk fair. Biarkan masyarakat yang menonton di televisi menilai apakah itu pinalti atau tidak. Biarkan masyarakat yang menonton di televoso menilai apakah itu penalti atau tidak,”ungkap Aji Santoso, Senin (1/3/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebaya”]
Ia meminta kepada kepada komisi wasit untuk mengevaluasi pertandingan antara Persebaya melawan Madura United apakah seharusnya pinati atau tidak.
“Untung kami diberi kemudahan dan kemenangan seandanya hasil draw ini tentu akan mempersulit tim kami berjalan di jalur juara. Ini perlu ada pengawasan dari tin komite wasit dan menilai dengan memutar kembali tayangan ulang pertandingan dan saya tidak pernah mengkuti role of th game wasit tapi saya yakin 1000 persen jik itu seharusnya pinalti,”ungkap Aji. [way/ted]






