Surabaya (beritajatim.com) – Liverpool sukses menyabet juara di Carabao Cup usai mengalahkan Chelsea melalui drama adu penalti dengan skor 11-10, Senin (28/2) dini hari WIB.
Laga yang terlaksana di Stadion Wembley, itu tidak menghasilkan satupun gol di babak normal. Nihil gol juga terjadi saat berlanjut pada babak extra time.
Akhirnya, penentuan gelar juara Carabao Cup mesti dilanjutkan dengan drama penalti. Semua algojo The Reds sukses menjalan peran dengan baik, termasuk sang kiper pelapis, Kelleher.
James Milner maju sebagai penendang pertama untuk The Reds. Sang kapten yang menggantikan James Henderson karena ditarik keluar sukses menuntaskan tugas dengan baik mengecoh kiper Kepa..
Di lain sisi, Marcos Alonso juga baik saat mengeksekutor tendangan pertama dari Chelsea. Tembakan dia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 meski berhasil dibaca oleh Kelleher.
Liverpool kembali memimpin melalui tendangan dari Fabinho. Skor 1-2 untuk The Reds. Romelu Lukaku membuktikan kualitas lewat eksekusi tenangnya mengecoh Kelleher sehingga skor jadi 2-2.
Kedudukan menjadi 2-3 usai Virgil Van Dijk menjalankan tugas dengan tenang sebagai eksekutor Liverpool. Chelsea pun menyamakan skor dengan tendangan Kai Havertz.
Alexander-Arnold yang pada saat pertandingan sempat ribut dengan Harvertz, membawa Liverpool unggul dengan 3-4. Tak berselang lama, Reece James dari Chelsea mengubah skor jadi sama kembali.
Para bintang dari kedua yaitu Mo Salah dari Liverpool dan Jorginho dari Chelsea membuktikan kualitasnya karena sama sama sukses mengecoh kiper.
Begitupun dengan yang dilakukan Diogo Jota, Divock Origi, Robertson, Elliot, dan Ibrahima Konate dari Liverpool sukses mengeksekusi.
Di kubu Chelsea Antonio Rudiger, Werner, Thiago Silva, dan Chalobah menyesul kesuksesan. Skor pun sama kuat 10-10
Sehingga sampai pada giliran kiper dari kedua kesebelasan yang harus menjadi penentu kemenangan. Kelleher sukses menjebol gawang Kepa.
Kelleher lantas jadi pahlawan saat tembakan Kepa tidak tepat sasaran alias melambung. Kepa menjadi satu-satunya penendang penalti The Blues yang tak mulus saat menjalankan tugas. Skor 11-10 untuk kemenangan Liverpool lewat penalti.
Padahal, Kepa terlihat dimainkan oleh sang pelatih, Thomas Tuchel di waktu extra time menyisakan dua menit.
Kepa masuk menggantikan Edouard Mendy lantaran dari segi track record punya catatan apik dalam menyelamatkan tendangan 12 pass.
Namun sayang, bak senjata makan tuan. Keputusan dari Thomas Tuchel memainkan Kepa justru berbuah miris pada Chelsea.
The Blues harus puas berada di runner-up. Kepa tampak tertunduk lesu menerima kenyataan tendangannya melambung diatas mistar gawang. (dan/ian)






