Surabaya (beritajatim.com) – Ghosting dalam hubungan merupakan salah satu tindakan yang paling menyebalkan bagi sebagian orang. Apalagi jika Anda sudah merasa hubungan itu akan mengarah pada serius, lalu di ghosting.
Pasti hal itu akan sangat menyebalkan bahkan bisa menyakitkan. Sebenarnya apa yang menjadi alasan seseorang melakukan ghosting? Berikut ini ulasannya.
Berusaha menghindari konfrontasi
Alasan yang pertama menjadi penyebab ghosting yaitu karena seseorang sedang atau akan menghindari konfrontasi.
Karena jika disampaikan secara langsung kenapa memilih untuk menyudahi hubungan, pasti akan timbul banyak pertanyaan dan sulit diterima.
Belum lagi emosi dan amarah yang mungkin akan muncul. Sehingga, daripada repot menjelaskan, akan lebih memilih untuk ghosting saja.
Hilangnya Ketertarikan
Penyebab berikutnya, bisa jadi pelaku ghosting tengah hilang ketertarikan pada orang lain yang menjadi korban ghosting.
Ada banyak faktor kenapa seseorang bisa kehilangan ketertarikan. Namun, alasan dari si pelaku memilih ghosting sebagai bentuk penyelesaian.
Karena mungkin menurut mereka, hubungan tersebut belum terlalu serius untuk disudahi secara resmi.
Azas Kemudahan
Tidak bisa dipungkiri jika ghosting merupakan salah satu cara paling gampang dalam menutup sebuah hubungan. Karena dalam melakukan ghosting seseorang hanya perlu menghilang saja, lalu urusan selesai.
Para pelaku ghosting ingin menyelesaikan hubungan yang biasanya belum lama, akan dengan cepat dan tak perlu harus menerima emosi-emosi negatif dari pasangannya. Karena bisa jadi pasangan tidak akan terima jika hubungannya disudahi.
Mengetahui sesuatu yang tidak bisa diungkapkan
Karena ghosting biasanya dilakukan saat seseorang masih pada tahap PDKT. Sehingga alasan berikutnya yaitu karena si pelaku mungkin mengetahui sesuatu yang tak bisa dia katakan secara langsung kepada gebetannya.
Oleh sebab itu, dia biasanya tidak ingin memperkeruh suasana, lebih baik langsung menghilang saja. Itulah yang kemudian disebut ghosting dalam hubungan.
Pelaku Memang tipe yang sulit berekspresi dengan kata
Hal terakhir yang menjadi alasan seseorang melakukan ghosting mungkin karena memang si pelaku adalah tipe orang yang tidak bisa berekspresi dengan kata dan kalimat.
Bagi dia, ketimbang berbicara alasan kenapa hendak menyudahi hubungan, mending langsung menghilang saja. Lebih gampang dan cepat. Dan, tentunya tidak perlu berbicara panjang lebar.
Bagi Anda yang sudah pernah menjadi korban ghosting harus memahami hal itu. Karena dibalik seseorang melakukan tindakan pasti ada alasan yang mendasarinya. (dan/ian)






