Mojokerto (beritajatim.com) – Kabar gembira bagi masyarakat Mojokerto dan sekitarnya, pasokan minyak goreng di Mojokerto masih aman. Ini setelah Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Mojokerto mendatangi gudang milik PT Intiniaga Jayakarya Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Selasa (22/2/2022).
Tim dari Satreskrim Polres Mojokerto dan Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari) Kabupaten Mojokerto mendapati puluhan karton berisi minyak goreng kemasan 1 kg dan jirigen ukuran 5 kg tertata tapi di gudang. Ini setelah pihak produsen minyak goreng di Mojokerto ini mendapatkan kiriman dari pabrik di Gresik pada, Senin (21/2/2022).
Sekretaris Satgas Pangan Kabupaten Mojokerto, Mokhammad Ridwan mengatakan, Tim Satgas Pangan Kabupaten Mojokerto melakukan pemantauan di beberapa distributor minyak goreng di Kabupaten Mojokerto. “Keberadaan minyak goreng memang langka tapi alhamdulillah dari hasil pemantauan, stok aman,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”minyak-goreng”]
Masih kata Kepala Dispari Kabupaten Mojokerto ini, saat ada pasokan dari pabrik minyak goreng langsung didistribusikan ke sejumlah agen dan toko di wilayah Kabupaten Mojokerto. Distributor PT Intiniaga Jayakarya mendapat pasokan minyak goreng dari pabrik di Gresik setiap empat hari sekali untuk mencukupi kebutuhan di wilayah kerja PT Intiniaga Jayakarya.
“Sedikit banyak yang mereka diterima dibagi sehingga bisa mencukupi kebutuhan lokal. Untuk harga dari distributor sebesar Rp13 ribu per liter, dijual di toko Rp14 ribu per liter. Iya sesuai HET. Ini di gudang banyak karena baru datang kemarin sore dari pabrik dan hari ini pihak distributor mulai mendistribusikan ke agen dan toko,” katanya.
Dari hasil pemantauan, lanjut Ridwan, PT Intiniaga Jayakarya menerima kiriman minyak goreng dari pabrik di Gresik sebanyak 1.500 boks pada, Senin (21/2/2022) kemarin. Pihaknya berharap saat stok di agen maupun toko habis, distributor bisa mendapat pasokan dari pabrik sehingga tidak sampai terjadi kekurangan.
“Pengawasan tetap dipantau terus oleh Tim Satgas, distributor juga diminta untuk melaporkan stok minyak goreng. Sehingga ketersediaan minyak goreng di Kabupaten Mojokerto bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan tidak terjadi kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.
Sementara itu, GM PT Intiniaga Jayakarya, Hendri Janto mengatakan, barang yang datang ke gudang PT Intiniaga Jayakarya langsung didistribusikan ke agen dan toko di wilayah. “Kita meliputi Kabupaten dan Kota Mojokerto. Mojoagung dan Sumobito di Kabupaten Jombang. Sidoarjo sampai Balongbendo dan Tarik,” jelasnya.
Masih kata Hendri, pengiriman dibagi sesuai dengan wilayah area wilaya kerja PT Intiniaga Jayakarya. Sehingga tidak dikhususkan ke satu daerah saja dengan harapan ketersediaan minyak goreng tercukupi. Meski diakui ada kendala yakni stok kiriman dari pabrik namun sampai saat ini masih aman.
“Kita kirim berdasarkan sales order dari toko-toko. Tapi kita bagi sesuai kondisi barang tidak fokus satu outlet saja. Distribusi kalau dari kami lancar karena kami juga risiko kalau misalnya tidak segera mendistribusikan, mengurangi kapasitas gudang karena gudang kita terbatas. Dengan kondisi seperti ini saja, kita lebih mengutamakan minyak daripada produk yang lain,” tuturnya.
Kebutuhan minyak goreng di wilayah area kerja PT Intiniaga Jayakarya saat diakui cukup banyak. Toko yang biasanya order 50 boks, saat ini meningkat sampai 120 boks. Meski diakui ada kendala di stok yang terbatas namun pengiriman dari pabrik ke distributor lancar karena stok di gudang terpantau.
“Ini sesuai prediksi, kalau ramai maka akan didatangkan. Namun tergantung di sana juga, pengiriman juga dari sana (pabrik, red). Harga tidak ada masalah, dari kita Rp13 ribu per liter dijual di toko Rp14 ribu per liter. Kalau di kita memang hanya ada dua merk, satu kemasan dan satu dalam bentuk jirigen isi 5 liter,” pungkasnya. [tin/kun]







