Lamongan (beritajatim.com) – Di tengah terpaan pandemi Covid-19 dan bencana banjir yang masih melanda, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat melalui baksos yang digelar secara berkala di tiap kecamatan se-Lamongan.
Tercatat, kegiatan yang terealisasi tersebut diantaranya mulai dari pengurukan jalan yang rusak akibat terendam banjir, penghijauan dan konservasi, tebar benih ikan, bersih-bersih saluran air, fogging (pengasapan) DBD, hingga santunan kepada fakir miskin serta anak yatim.
Fujika Senna Oktavia, yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten lamongan ini menyampaikan, bahwa serangkaian kegiatan yang digelar oleh PDI Perjuangan ini merupakan wujud pengabdian dan tanggung jawab yang dipersembahkan untuk masyarakat.
Menurutnya, politik itu bukan melulu soal perebutan kekuasan, tapi politik adalah alat yang digunakan untuk penyambung lidah rakyat dan memperjuangkan hak-hak rakyat. Sehingga, imbuh Fujika, kerja politik itu harus konsisten dan berkelanjutan.
“Mari kita kembalikan konsistensi ini. Mungkin kemarin-kemarin kita lupa atau karena terlalu asyik perebutan kekuasaan hingga tidak menyapa rakyatnya. Oleh sebab itu, PDI Perjuangan komitmen dan menginstruksikan kepada para kader dan pengurusnya untuk wajib hadir di tengah-tengah masyarakat,” papar Politisi Cantik tersebut.
Lebih lanjut dalam kegiatan pengurukan jalan penghubung antar desa, tepatnya Kendalkemlagi-Somosari yang dilakukan hari ini, Senin (21/2/2022), Fujika menegaskan, jika pengurukan ini bukanlah bantuan. Karena menurutnya ini adalah hak masyarakat sendiri.
“Pengurukan ini sifatnya sementara, agar aktivitas perekonomian rakyat tidak tergganggu. Seiring berjalannya waktu akan aus dan terbawa air. Nanti lewat Bapak Kusnadi, Ketua DPRD Provinsi Jatim untuk mencarikan solusi yang lebih tepat tentang bagaimana air dari Bengawan Njero ini tak meluap lagi,” terangnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pdip-lamongan”]
Seperti diketahui, banjir akibat luapan sungai Bengawan Njero ini setidaknya telah menggenangi 7 kecamatan di Lamongan. Alhasil, kerugian yang dialami masyarakat mencapai Rp 40 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Kendalkemlagi Iwan Fanani menyampaikan rasa terimakasihnya kepada PDI Perjuangan atas baksos yang dilakukan. Ia mengaku, jika baksos ini sangat membantu warga desa.
“Kami atas nama masyarakat desa Kendalkemlagi mengucapkan terima kasih kepada PDI Perjuangan terutama kepada Ibu Fujika dan Ning Darwati yang telah rela membantu masyarakat desa kami yang selama ini berperang melawan banjir dan berperang melawan bencana alam,” ucap Iwan Fanani.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Somosari, Mashuri. Menurutnya, upaya PDI Perjuangan ini cukup mengobati keresahan masyarakat. “Semoga apa yang dilakukan ini menjadi cacatan amal kebaikan bagi semuanya, serta jadi kemajuan bagi PDI Perjuangan di Kabupaten Lamongan,” pungkasnya.[riq/ted]






