Surabaya (beritajatim.com) – Rencana suporter Persebaya untuk geruduk Jakarta terpaksa harus ditunda. Aksi yang bertujuan untuk menggaungkan revolusi sepak bola Indonesia ini harus ditunda lantaran mempertimbangkan lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air.
Penundaan aksi geruduk Jakarta ini dibenarkan oleh Koordinator Green Nord, Husein Ghozali alias Cak Cong. Dia menegaskan, penundaan ini diputuskan melalui evaluasi bersama supporter Indonesia Melawan.
“Kemarin bertemu di Surabaya, sepakat setelah COVID-19 gerak bareng,” ujarnya.
Pria yang kerap di sapa Cak Cong ini menekankan kalau aksi geruduk Jakarta bukan agenda Bonek tapi juga supporter seluruh Indonesia. Sebab, tuntutan yang dilayangkan berisi untuk perbaikan sepak bola Indonesia. Ada lima tuntutan yang dituangkan oleh supporter Indonesia Melawan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bonek-persebaya”]
Pertama, mendesak pemilik dan pengurus klub meninggalkan jabatan pengurus PSSI atau operator kompetisi. Kedua, federasi diminta meningkatkan kualitas kompetisi seperti penggunaan VAR. Ketiga, mendesak pemerintah bikin badan pengawas PSSI yang independen.
Keempat, evaluasi kebijakan naturalisasi dari luar. Serta kelima, seluruh klub harus mendukung supporternya melakukan gerakan moral untuk perbaikan sepak bola Indonesia. “Tuntutan ini hasil kesepakatan dan pemikiran dari teman-teman supporter agar sepak bola lebih baik,” kata Cak Cong.
Lebih lanjut, Cak Cong mengajak seluruh supporter nantinya ikut melakukan aksi geruduk Jakarta. Karena sepak bola Indonesia sudah parah. Terbukti, Timnas Indonesia U-23 harus gagal ikut Piala AFF U-23 lantaran terdampak liga domestik yang kejar tayang.
“Liganya baik akan bermuara ke timnas. Kalau liganya amburadul, timnya ya amburadul. Kayak Timnas U-23 ini, akhirnya gak jadi berangkat. Memalukan, juara bertahan tapi gak berangkat,” kata dia.
“Ini gara-gara liga dagelannya (Liga 1) kejar tayang. Akhirnya korbannya pemain COVID-19 semua,” pungkasnya.[way/ted]






